Hariyanto Boejl dari Bidikan Kamera ke Tarik Suara

JAKARTA, Indotimes.co.id -Bagi
Hariyanto Boejl tidak ada kata istilah terlambat, untuk mewujudkan panggilan jiwa dan bakat seni yang mengalir dalam dirinya.

Hariyanto yang selama ini dikenal sebagai jurnalis foto juga memiliki bakat seni, khusus dibidang tarik suara sebagai penyanyi balada di Tanah Air.

Hariyanto Boejl yamg lebih akrab disapa Boejl yang memulai kariernya sebagai pewarta foto Jawa Pos pada 1993. Setelah itu dia bekerja di berbagai media, termasuk menjadi editor foto di Tempo News Room. Kini, Hariyanto menjadi Kepala Divisi Artistik dan Foto di Media Indonesia.

Untuk urusan foto kemampuan Boejl sebagai photograper sudah tidak diragukan lagi. Banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri telah dia raihnya, antara lain The World IOC Sport Photographic Contest 1997, Highly Commended Ballantine’s International Photography Award 1996 United Kingdom, Citation Prize Omiya Humor Photo Contest, Japan 1997.

Selain itu juga Grand Prize Photo Competition Citra Indonesia British Council 1998, juara 1 Satwa Indonesia 2005 photo competition, pemenang utama Mochtar Lubis Award 2010, dan juara 1 National Geographic-Firstmedia Instagram photo Competition 2011.

Boejl juga aktif memberikan workshop fotografi jurnalistik, menjadi
kurator buku-buku fotografi jurnalistik, penulis buku–buku fotografi
dan menjadi juri berbagai lomba foto berskala nasional maupun internasional sejak 2005.

Kiprah Boejl menekuni dunia musik
dimulai sejak akhir 2016 lalu. Atas
ajakan penyanyi soul Maxi Bahajjaj, dia menjadi salah satu penyanyi
dalam konser Walk of Fame, di Kemang, 6 Desember 2016. Boejl juga sempat tampil bersama Ahmad Albar pada konser amal untuk korban gempa Pidie Jaya, Aceh, di Kemang, 22 Desember 2016.

Sejak saat itu, Boejl kerap ikut ambil bagian dalam beberapa konser musik di Jakarta. Puncaknya, Boejl menggelar konser tunggal yang bertajuk Nyanyian Jiwa di Jakarta, Kamis, 13 April 2017.

Kini di tahun 2018, Boejl meluncurkan
mini albumnya dalam sebuah Konser Kontemplasi di Amigos, Jakarta, Selasa (24/7) malam.

Boejl tampil di panggung untuk mendendangkan lagu-lagu dalam mini albumnya yang menjadi prolog kehadirannya di belantika musik nasional. Dalam mini album yang terdiri atas tiga lagu, yaitu  Kontemplasi, Introspeksi, dan Negeri Pelangi.

“Saya menulis lirik lagu berjudul Kontemplasi dan membuat Konser Kontemplasi di Amigos, Jakarta, Tujuannya saya tidak ingin salah melangkah dalam menjalani kehidupan. Sebab, usia terus bertambah dan ajal pun tidak tahu kapan tiba. Semoga lagu Kontemplasi bisa memberikan inspirasi bagi semua orang yang terjun dalam berbagai profesi,” ungkap  Boejl.

Pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur, 26 September 1972, itu pun berharap bisa memperbaiki diri sendiri dan mengajak orang lain untuk menebarkan virus kebaikan.

Sepak terjang Boejl, dalam blantika musik nasional memang tergolong baru. Namun, dirinya
memiliki tekad kuat untuk berkreasi dalam dimensi berbeda.

“Setelah puluhan tahun malang-melintang di dunia fotografi, saya pun merasa dunia tarik suara bisa menghibur banyak orang sekaligus menebarkan kebaikan,” pungkas
Boejl.