JAKARTA, Indotimes.co.id –Panitia Pelaksana Asian Para Games III/2018 (INAPGOC) turut melibatkan secara aktif para penyandang disabilitas dalam mendukung suksesnya pelaksanan pesta akbar olahraga kaum disabilitas se-Asia ini.

Salah satunya adalah melibatkan individu disabilitas yang memiliki kendaraan modifikasi khusus untuk memberikankan layanan transportasi bagi pengunjung disabilitas khususnya pengguna kursi roda, ketika hendak menyaksikan jalannya pertandingan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan , Jakarta, 6-13 Oktober mendatang.

Adrianto Djokosoetono selaku Direktur Transportasi INAPGOC mengatakan, upaya ini bertujuan untuk memberikan layanan bagi penonton sekaligus melibatkan penyandang disabilitas untuk melayani mobilitas pengunjung disabilitas.

“Asian Para Games ini pesta olahraga bagi saudara-saudara disabilitas, untuk itu bukan hanya atlet maupun ofisial, namun masyarakat biasa penyandang disabilitas kita libatkan juga secara aktif untuk lebih merasakan atmosfir pesta olahraga ini, termasuk para pengunjung atau penonton disabilitas,” kata Adrianto di Jakarta, Jumat (14/9).

Menurut Adrianto, sejauh ini sudah ada 40 unit motor dengan modifikasi khusus milik individu penyandang disabilitas. Adrianto mengatakan 30 berasal dari Jakarta dan sekitarnya serta 10 lagi sengaja didatangkan dari Yogyakarta.

“Kebetulan saudara kita yang di Yogyakarta, mereka memang sudah memiliki layanan khusus ojek disabilitas, sehingga kita undang mereka ke Jakarta untuk turut berpartisipasi,” katanya.

Adrianto menambahkan, mereka akan memulai aktifitasnya di kawasan GBK sejak pembukaan hingga berakhirnya perhelatan Asia Para Games, di mana untuk mendapatkan layanan ini pengunjung akan melalui shuttle khusus difabel.

“Pengunjung disabilitas memiliki parkir khusus di area GBK ini. Di situ pula nanti akan ada shuttle bagi mereka yang ingin merasakan jasa pengantaran dari kendaraan modifikasi khusus ini ke venue-venue yang ada dikawasan GBK. Fasilitas ini free untuk pengunjung,” tutur Adrianto.

Melalui perhelatan ini, Adrianto menyatakan sebagai awal dari usulan pembuatan standardisasi kendaraan modifikasi bagi penyandang disabilitas.

“Kendaraan modifikasi ini merupakan kreatifitas dari mereka sendiri. Kita bukan hanya menghelat Asian Para Games kemudian selesai, namun kita turut mendorong, menyuarakan apa yang menjadi harapan mereka,” ungkap Adrianto.

Sementara itu Mia, seorang penyandang disabilitas yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini mengatakan momen Asian Para Games digunakannya untuk mensosialisasikan kendaraan modifikasi khusus ini agar mendapat tempat di masyarakat.

“Kami berharap kendaraan kita ini bisa mendapatkan tempat di masyarakat umum, karena tempat parkir untuk kendaraan seperti ini tidak ada. Untuk parkir di sebuah tempat, saya harus terlebih dulu bernegosiasi, karena untuk mobil kita tidak boleh masuk dan untuk motor tidak muat,” tandas Mia.

Mia dan rekan-rekanya yang lai, sesama pemiliki kendaran modifikasi khusus ini berharap kendaraan ini juga bisa dipergunakan untuk alat transfortasi umum. seperti ojek bagi penyandang disabilitas.