JAKARTA, Indotimes.co.id –
Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Pusat Raja Parlindungan Pane mengutuk keras insiden pengeroyokan massal terhadap supporter Persija Jakarta, Haringga Sirla yang berujung kematian di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) jelang laga lanjutan liga 1 antara Persib Bandung VS Persija Jakarta pada Minggu (23/9).

“Bukan sekedar mengutuk, namun Siwo Pusat meminta pada pemerintah agar putaran Liga 1 dihentikan hingga permasalahan tragedi yang menimpa suporter Persija itu mendapatkan solusinya,” ujar Raja dalam acara Pelatihan Publikasi Wartawan Media Cetak, online dan elektronik di Jakarta, Rabu (26/9).

Menurut Raja, kejadian yang menimpa suporter Persija itu hendaknya jangan sampai terulang kembali. Dengan harapan, dunia olahraga atau sepakbola terus diminati penonton tanpa rasa takut dan aman.

“Siwo menyayangkan kejadian ini, dimana proses-proses perdamaian terus dilakukan akan tetapi masih saja banyak oknum menaruh kebencian dan fanatisme berlebihan,” kata Raja.

Berdasarkan data yang ada tercatat 46 suporter meninggal dunia. Database Lembaga Kajian dan Pengembangan Keolahragaan lndonesia (LEMKAPOIN) juga mencatat 48 suporter meninggal dunia dan dalam 5 tahun terakhir 10 suporter meninggal dunia, semua akibat aksi kekerasan antar suporter dan atau kelalaian panitia pelaksana pertandingan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

“Sekali lagi Siwo mengutuk keras insiden di GBLA dan berharap ini menjadi yang terakhir dalam dunia olahraga Indonesia. Siwo juga meminta agar semua elemen suporter sepakbola di Indonesia menghentikan pertikaian dan permusuhan,” tandas Raja.

Raja mengajak semua pihak untuk membangun sebuah kompetlsi sepakbola yang santun, kreatif dan bermartabat. “Sehingga kedepannya pertandingan sepakbola enak ditonton dan penonton menikmati pertandingan dengan rasa aman,”pungkas Raja.