JAKARTA, Indotimes.co.id – Koperasi dan UKM menggelar temu konsultasi pengembangan expert pool yang menghadirkan para tenaga ahli (expert) bidang koperasi dan UKM dari berbagai daerah.

Hadir pula pembicara dari unsur pemerintah, yakni Bappenas dan Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM.

Asdep Penelitian dan Pengkajian KUMKM Kemenkop dan UKM Christina Agustin mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini guna mengkaji bagaimana peran para expert dapat ditingkatkan. Dalam hal ini melalui expert pool melalui mekanisme pertemuan pada ahli untuk membahas peran para ahli dalam mengembangkan UMKM di Indonesia.

“Hasil yang dicapai adanya expert pool ini yaitu untuk mewujudkan pertambahan UMKM yang naik kelas, semakin banyaknya koperasi-koperasi yang tangguh dan mandiri, serta mewujudkan daya saing produk-produk UMKM Indonesia yang dan inovatif,” kata Christina dalam paparannya di Jakarta, Kamis (27/9).

Baca juga :  GT Radial Champiro Ecotec, Ban Ramah Lingkungan Generasi Terbaru

Peran expert diharapkan dapat melakukan bimbingan, konsultasi baik melalui proses belajar maupun praktek di lapangan kepada para pelaku usaha UMKM san koperasi dalam pengembangan usahanya, sehingga UMKM dapat naik kelas (scalling up), bertahap dari usaha menjadi kecil, dan menjadi menengah.

“Lebih jauh dari itu, agar UMKM dan koperasi dapat mengambil manfaat dari keahlian para expert, maka cara, metode atau dalam peningkatan peran para expert harus diselenggarakan dengan program khusus, sebagai upaya pengembangan dari program baru yang disebut expert pool,” ujar Christina.

Ia menjelaskan expert pool merupakan suatu sistem basis data tenaga ahli/konsultan UMKM dan koperasi yang ditujukan untuk membantu Kemenkop dan UKM, serta dalam merancang dan melaksanakan kebijakan, maupun terkait dengan pengembangan dan pembinaan UMKM dan koperasi dalam jangka menengah, khususnya untuk dapat naik kelas.

Baca juga :  Kementerian Koperasi dan UKM Raih PNBP Award 2017

“Terwujudnya jaringan expert dalam wadah expert pool merupakan sebuah kebutuhan untuk membangun kerja sama yang baik antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil dalam upaya peningkatan kreativitas, kapabilitas inovasi bagi UMKM dan koperasi,” lanjut dia.

Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Bappenas Teguh Sambodo menambahkan ke depan expert pool ini dapat dikembangkan, bahkan pemanfaatannya diperluas bekerja sama dengan /lembaga. Namun pengembangannya itu harus sesuai dengan perkembangan global.

“Kalau kita mau memikirkan koperasi dan UMKM maka dia harus merespon bukan hanya barang dan jasa bagaimana masyarakat miskin, tapi juga bisa merespon masyarakat yang kelas menengah,” kata Teguh.

expert pool mulai dikembangkan pada tahun 2015. Hingga saat ini expert pool sudah menjangkau tiga kota, yakni Malang, Medan, dan Makassar yang dijadikan sebagai program percontohan. Pemerintah sendiri menargetkan sebanyak 1000 expert dari 34 provinsi dengan 29 expert di tiap provinsi.