JAKARTA, Indotimes.co.id – Dalam sebuah organisasi, kepemimpinan itu sangat penting. Karena, organisasi yang memiliki kepemimpinan yang baik akan mudah membagi tugas kepada bawahannya.

Sedangkan organisasi yang tidak memiliki kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari para anggotanya sehingga pencapaian tujuan organisasi tidak akan tercapai.

Hal itu ditegaskan Kepala Biro Umum Koperasi dan UKM Hardiyanto, pada acara Pengembangan Kepemimpinan di Jakarta, Jumat (28/9).

Hardiyanto menambahkan, tersebut bertujuan untuk mengasah kepemimpinan aparatur pemerintah agar memiliki kesamaan pola pikir yang dinamis dan bernalar yang memiliki wawasan pengetahuan komprehensif berorientasi kepada pelayanan prima dan pengembangan partisipasi masyarakat.

“Oleh sebab itu, sangat penting meningkatkan kepemimpinan pejabat di berbagai jenjang dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan, menjadi pemimpin agen perubahan untuk mencapai kinerja lebih baik,” jelas Hardiyanto.

Baca juga :  Sidang Komisi AMDAL, Pemda Bojonegoro Dukung Peningkatan Produksi Blok Cepu

Kondisi saat ini, Hardiyanto mengakui bahwa di Koperasi dan UKM tengah mengalami krisis kepegawaian karena tidak adanya kesinambungan jabatan struktural. Itu sebagai dampak dari selama 14 tahun tidak ada pengadaan pegawai.

“Tahun ini hingga tahun depan, banyak posisi jabatan struktural di level Eselon I, II, dan III, memasuki masa pensiun. Eselon II ada delapan orang yang akan pensiun, juga Eselon III yang akan pensiun sebanyak delapan orang juga,” ujar Hardiyanto.

Bagi Hardiyanto, lahirnya kepemimpinan itu bisa karena bakat sejak lahir, bisa juga karena /pembelajaran. “Pelatihan ini sebagai salah satu sarana pembelajaran dalam melahirkan dan mendidik seseorang menjadi seorang pemimpin. Di sini, kita menempa para Eselon III untuk dikader menjadi Eselon II,” kata Hardiyanto.

Oleh karena itu, Hardiyanto menganggap atau Diklat seperti ini amat penting dan diperlukan bagi kesinambungan pada jabatan-jabatan struktural di kementerian. “Eselon IV kita kader menjadi Eselon III, Eselon III menjadi Eselon II, dan Eselon II menjadi Eselon I. Termasuk kaderisasi dari staf menjadi Eselon IV,” ujar Hardiyanto.

Baca juga :  LPDB-KUMKM Perkuat Modal KSU Jatirogo

Terkait kekosongan posisi jabatan Eselon I di UKM, Hardiyanto menjelaskan bahwa Panitia Seleksi (Pansel) sudah melakukan Open Biding dan Internal Assesment mencari kader untuk mengisi enam jabatan struktural di level Eselon I, yaitu tiga jabatan deputi dan tiga staf ahli.

“Sesuai UU, Open Biding dilaksanakan pihak ketiga biar netral. Pesertanya terdiri dari orang dalam dan orang luar. Hasilnya, sudah sudah diumumkan dan disampaikan ke Presiden melalui Tim Penilai Akhir”, ungkap Hardiyanto seraya menyebutkan, Pansel terdiri dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kepegawaian Nasional (BKN), Kemenpan, dan UKM.

Sementara itu, terkait alokasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018, Hardiyanto mengungkapkan, tahun ini UKM akan menerima 97 orang CPNS. Tes kemampuan dasar dengan menggunakan metode Computer Assistant Test (CAT) yang dilaksanakan di BKN.