, Indotimes.co.id – Pemerintah akan memanfaatkan kesempatan pelaksanaan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia (World Bank/WB) untuk memasarkan produk , kecil dan menengah (UMKM) unggulan.

Rencananya, pada pelaksaan annual meeting di Bali pertengahan Oktober mendatang, produk- akan dipajang di sekitar area pelaksanaan untuk menarik dari peserta IMF – WB.

Plt. Deputi Bidang dan Pemasaran Koperasi dan UKM Rosdiana Veronica Sipayung mengatakan, pihaknya akan mensortir terlebih dahulu produk-produk UMKM yang dapat dipromosikan.

Setidaknya produk yang akan dipasarkan dalam event internasional tersebut yang telah memiliki sertifikasi atau standarisasi produk. Hal ini untuk menjamin produk berkualitas dengan harapan kedepan akan ada permintaan susulan sehingga dapat mendorong produk UMKM .

“Sekarang belum banyak produk terstandar baik kualitas maupun kemasannya maupun merknya, kita akan tawarkan nanti produk kita melalui paviliun Indonesia,” kata Rosdiana dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (2/10).

Baca juga :  Program Digitalisasi Koperasi Disambut Baik

Terkait dengan sertifikasi dan standarisasi produk pihaknya menargetkan tahun ini dapat memfasilitasi 2.500 produk UMKM . Hingga saat ini sudah terealisasi 2.081 produk UMKM yang sudah tersertifikasi dan terstandarisasi.

Dia optimis sampai akhir tahun target tersebut dapat tercapai. Dengan adanya sertifikasi dan stadarisasi produk, Rosdiana mengatakan akan mendorong daya saingnya. Dengan begitu potensi memenangkan internasional akan semakin besar. Tak cukup itu, Kementeriannya juga mendorong pemasaran produk UMKM melalui digital ().

Saat ini pihaknya sudah memfasilitasi 700 UMKM untuk dapat terintegrasi dengan sistem ecommerce.

“Anggaran di kita untuk pemasaran produk UMKM Rp37,39 miliar tahun ini, tapi saat ini baru teralisasi Rp30,29 miliar atau 81,03 persen. Kita optimis disisa waktu kita bisa realisasikan semua,” kata dia.