JAKARTA,Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyampaikan bela sungkawa atas meninggal empat atlet Paralayang Indonesia akibat gempat di Kota Palu Sulawesi Tengah. Kempat atlet paralayang ini menjadi korban meningal dunia akibat robohnya Hotel Roa-Roa Palu, seusai akan mengikuti Festival Tahunan Pesona Palu, Lamoni 2018, di Pantai Talise yang digelar 27-30 September.

Hal itu disampaikan Imam dalam jumpa pers di Media Center, Kemenpora, Selasa (2/10) sore. Imam yang didampingi Ketua Umum Paralayang Indonesia Wahyu Yudha, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Mulyana, Staf Khusus Tomy Kurniawan dan Anggia Ermarini menyampaikan keluarga besar Kemenpora dan Paralayang Indonesia mengucapkan bela sungkawa dan turut berduka cita atas meninggalnya atlet Paralayang Indonesia tersebut.

” Kami keluarga besar Kemenpora dan Paralayang Indonesia benar-benar berduka cita atas korban meninggalnya atlet paralayang Indonesia di saat kejadian gempa dan Tsunami. Diantara korban tersebut, dua diantaranya atlet pelatnas Paralayang Indonesia di Asian Games 2018 lalu,”kata Imam.

Menurut Imam, sejak hari Jumat (28/9) pihaknya kehilangan kontak dengan tujuh atlet Paralayang yang menginap di Hotel Roa-Roa. Mereka adalah i Petra Mandagi, Ardy Kurniawan, Gleen Mononutu, Reza Kambey, Lee Dun Chin (WN Korea Selatan), Franky Kowas, dan Fahmi,” ungkap Imam.

Imam menjelaskan baru pada Senin 1 Oktober ditemukan dua jenazah Petra Mandagi dan Gleen Monomutu. Kemudian pada, Selasa 2 Oktober pukul jam 10,00 Wita atau tadi pagi. Tim evakuasi gabungan berhasil menemukan dua jenasah Ardy Kurniawan yang merupakan salah satu punggawa Asian Games dan Franky Kowas (Sulut).
“Hingga kini masih ada tiga atlet yang belum ditemukan, yaitu, Reza Kambey, Fahmi, dan atlet asala Korea Selatan Li Dong Jin,” ujar Imam.

Imam menambahkan , ssat ini Kemenpora beserta seluruh jajaran masih terus aktif untuk melakukan komunikasi dengan tim Paralayang yang ada di sana, untuk memantau perkembangan para korban terkini. Pihaknya masih berharap para atlet tersebut dapat ditemukan dalam kondisi masih hidup.

“Pemerintah dan pengurus Paralayang akan memberikan hak-hak para atlet, sekaligus kita akan memberikan tali asih atau santunan kepada keluarga atlet yang bersangkutan. Kita juga akan memberikan santunan kepada atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang menjadi korban di sana. Kita mohon kepada Allah SWT semoga semua almarhum atlet kita diterima disisi Allah,” tandas Imam.

Terkait gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengan, Kemenpora akan mengirimkan tim untik mengecek bagaimana kondisi sarana olahraga disana, khusus pada PPLP yang ada , termasuk para atlet PPLP yang ada disana saat ini.