JAKARTA, Indotimes.co.id – Kementerian dan UKM akan terus meningkatkan pengawasan koperasi, sekaligus mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tindak penipuan yang mengatasnamakan koperasi dengan dalih menawarkan pinjaman berbunga rendah.

Deputi Bidang Pengawasan Kementerian dan UKM Suparno mengatakan, pihaknya bahkan telah menerbitkan surat edaran kepada yang membidangi di seluruh Indonesia terkait antisipasi yang mengatasnamakan koperasi.

“Sebelumnya mulai ada iklan yang diduga yang dilakukan oknum dengan dalih menawarkan pinjaman dengan mengatasnamakan dengan lebih dahulu meminta biaya administrasi melalui transfer ke rekening pribadi oknum,” kata Suparno di Jakarta, Jumat (12/10).

Suparno mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai dan tidak terjebak apapun yang mengatasnamakan koperasi.

“Kami menyarankan pula agar pihak-pihak yang merasa dirugikan atas modus- tersebut untuk segera melaporkan kepada aparat dengan menyampaikan bukti-bukti yang cukup,” kata Suparno.

Baca juga :  Satgas Waspada Investasi Tinjau Ulang Indikasi Penyimpangan Koperasi

Suparno menambahkan, pihaknya telah membentuk Pengawas di seluruh Provinsi, Kabupaten dan Kota sebanyak 1.712 orang dan melatih untuk melakukan tugas - di daerah.

Ke depan, -satgas akan terus dilatih agar semakin profesional sesuai dengan kualitas dan standar kompetensinya.

“Tapi tetap masyarakat harus ikut waspada dan jangan sungkan untuk lapor,” katanya.

Saat ini, pihaknya juga telah menertibkan -koperasi nakal lalu kemudian memberikan sanksi mulai dari teguran hingga terberat pada pencabutan hukum.

“Saya yakin masyarakat akan semakin cerdas dalam mengelola informasi, sehingga modus- yang mengatasnamakan dapat diberantas,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya akan tetap membina yang memiliki itikad untuk memperbaiki diri dengan memberikan pembinaan.