JAKARTA, Indotimes.co.id – Meriah dan megahnya pentas Opening Ceremony Asian Games XVIII/2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan,Jakarta yang mendapat pujian dari seluruh penjuru dunia. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia memang pantas sebagai tuan rumah pesta olahraga terbesar bangsa-bangsa di Asia itu.
Pertunjukan seni dan budaya dengan ragam kreatifitas yang memukau saat upacara pembukaan itu juga menunjukkan betapa dahsyatnya kemampuan anak-anak bangsa, terutama generasi muda dalam mengemas ide-ide cemerlang dan menuangkannya dalam showbiz yang ditonton tak kurang dari lima milyar pemirsa televisi.

Berangkat dari kemampuan hebat itulah, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INAGOC) Erick Thohir berpendapat bahwa sudah waktunya generasi muda Indonesia yang kreatif dan penuh bakat diberikan ruang seluas mungkin agar ide-ide mereka mendapat panggung yang layak, sehingga pengakuan terhadap mereka akan lebih mendunia dan juga bisa mengangkat nama Indonesia di fora internasional.

Hal itu diungkapkan Erick saat memberikan presentasi di pembukaan IDEAFEST 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (26/8).
Pembukaan IDEAFEST yang sudah berlangsung sejak tahun 2011 itu dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Erick yang dalam presentasinya mengacu pada pencapaian di Asian Games 2018 menyatakan bahwa banyak sekali kalangan muda Indonesia yang memiliki daya kreatif, inspirasi, dan ide-ide cemerlang yang sebanding dengan para pesaingnya di luar negeri.

“Apa yang dipertontonkan di Opening Ceremony Asian Games 2018, lalu kemudian closing ceremony, serta kegiatan-kegiatan promosi juga sosialisasi selama Asian Games, menunjukkan bagaimana kualitas generasi muda Indonesia yang levelnya sudah mendunia. Oleh karena itu, jika Indonesia ingin lebih mengembangkan ekonomi kreatif dalam banyak sektor, maka kita harus memberi porsi dukungan yang besar, kebijakan yang luas, serta sarana yang mendukung agar ide kreatif mereka mendapat saluran yang baik,” jelas Erick.

Erick juga bercerita, bahwa dalam mempersiapkan Asian Games 2018, tim penuh kreatif yang melibatkan banyak departemen di INASGOC, mulai dari OCC (opening and closing ceremony), komunikasi, promosi, hingga media and public relations sejak 2017 sudah membuat pentahapan agar gaung Asian Games 2018 tepat sasaran dan memuncak di hari H.
Tahap-tahap yang meliputi awareness, education, engagement, experience, euphoria, hingga celebration merupakan hasil rancangan yang memuat ide-ide kreatif dan penuh terobosan sehingga mampu menjadikan Asian Games 2018 melebihi dari sebuah pentas olahraga semata.

“Energy of Asia yang menjadi tema Asian Games 2018 mampu diterjemahkan dan diperlihatkan di segala sektor sehingga siapapun yang melihat, menonton, dan terlibat di Asian Games 2018 lalu merasakan energy tersebut. Bahkan, pihak luar negeri pun mengakui dan ikut merasakan gelombang dari Energy of Asia,” papar Erick.

Menurut Erick penciptaan kreatifitas tak hanya terbatas pada seni pertunjukan semata atau lewat official song, “Meraih Bintang” yang mendunia. Hasil karya seni rupa yang tertuang pada ketiga mascot Asian Games, yakni Bhin Bhin, Atung, dan Kaka, lalu desain medali yang diperebutkan, dan desain obor Asian Games 2018 juga memperlihatkan keunggulan ide anak-anak bangsa yang tanpa batas.

“Oleh sebab itu, karena kita sudah melihat hasil terbaik yang dibuat oleh anak-anak bangsa tersebut melalui Asian Games 2018, maka saya siap memberikan tempat dan juga membantu melalui network yang ada, agar setiap idea kreatif yang muncul dan layak mendunia tidak berhenti di tengah jalan. Saya juga yakin, pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo akan terus memperlebar kesempatan bagi pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Erick pula.

Pria yang juga menjabat Ketua Olimpiade Indonesia (KOI) itu menambah, jika Asian Games 2018 bisa sukses karena melibatkan generasi muda yang kreatif, maka dengan melebarkan kesempatan pada mereka, bukan tak mungkin, peran anak bangsa akan lebih besar dan lebih baik jika Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Olimpiade yang dibidik tahun 2032.

“Jika kesempatan itu datang, kita menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, maka saya yakin saat itu anak-anak bangsa akan berkreasi dengan lebih baik dan lebih hebat,” pungkasnya.

IDEAFEST merupakan acara tahunan yang ditujukan untuk menghubungkan dan menginspirasi komunitas kreatif. Ajang ini membawa peserta untuk bertemu langsung dan mendapatkan inspirasi dari banyak tokoh dengan berbagai pencapaian di bidang kreatif.

IDEAFEST 2018 yang digelar pada 26-27 Oktober mengusung beberapa agenda, di antaranya konferensi, Ideatalks (workshop), Texpo (pameran), dan O2O Bazaar. Sedangkan tema yang diangkat adalah: ‘C’. We believe that success lead by the big capital ‘C’. Creative, Connect, Creation, Confident, Collaborate, Challenge, Chance.