JAKARTA, Indotimes.co.id – Program Gala Desa binaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang digelar di 136 kabupaten/kota di seluruh Indonesia tahun depan siap ditingkatkan menuju event nasional dan regional. Gala Desa yang mempertandingkan enam cabang olahraga (cabor) yaitu, bola voli, tenis meja, atletik, sepak takraw, bulu tangkis dan sepak bola tersebut, saat ini memasuki tahun ketiga penyelengaraanya.

Asisten deputi (Asdep) Bidang Olahraga Pendidikan Kemenpora, Alman Hudri di Jakarta, Senin (29/10), mengatakan akan dilakukan perubahan untuk lebih meningkatkan kualitasnya, seperti cabor sepak bola, yang saat bisa diikuti masyarakat umum, nantinya difokuskan pesertanya dikalangan pelajar SLTP dan SLTA.

“Dengan diikuti dan fokus dikalangan pelajar, maka pemain yang tampil prestasinya bisa berjenjang ketingkat nasional dan regional seperti tim sepakbola U-16 yang meraih sukses ditingkat Asia,” kata Alman Hudri di Kantor Kemenpora.

Menurut Alman program Gala Desa yang sudah bergulir memang mempertandingkan enam cabang olahraga yaitu bola voli, tenis meja, atletik, sepak takraw, bulu tangkis dan sepak bola.
Namun dicabor sepakbola inilah ada gagasan lebih terpogram dan difokuskan pesertanya pada pelajar di tahun 2020. Terobosan ini tampaknya mendapat respon dari Kementerian Desa untuk bekerjasama menggelar di tahun 2020 itu.

Sementara di tahun 2019 Kemendes rencananya sudah mulai ikut penjelajakan dalam segi administrasinya. Dengan begitu tinggal digulir tahun 2020 dengan peserta mencapai 505 kabupaten/kota atau serentak diseluruh Tanah Air.
“Dengan demikian, jika ini terwujud, maka program Gala Desa ini nantinya memenuhi keinginan Kemenpora dimana ‘Olahraga Desa Menuju Dunia’,” tegas Alman.

Alman menjelaskan, Gala Desa bukan sekadar ajang yang menjadi rutinitas. Lebih dari itu program ini harus menjadi jihad untuk membuat bangsa Indonesia bisa berdiri sejajar dengan bangsa lainnya, khususnya di bidang olahraga.
Menurutnya, banyak bakat olahragawan yang terpendam di daerah-daerah. Dengan Gala Desa, potensi yang terpendam tersebut, akan bisa diangkat ke permukaan, sekaligus mampu membawa harum nama bangsa dan negara.

Alman menambahkan banyak anak di desa-desa ataupun kampung yang punya harapan besar ingin menjadi atlet. Tetapi proses dan wahana mereka untuk berpartisipasi tidak seluas di kota. Karenanya, Gala Desa ini menjadi fondasi penting untuk melahirkan bibit-bibit masa depan Indonesia.

“Tahun depan Gala Desa pesertanya bisa bertambah lebih dari 150 kabupaten/kota, sebelum digelar serentak di tahun 2020, menjadi 505 kabupaten/kota,” pungkas Alman.