, Indotimes.co.id – Menteri dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan, peran dan kehadiran Baitul Maal Tamwil (BMT) di seluruh Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sangatlah strategis.

“Saya menaruh harapan besar terhadap BMT untuk terus bersinergi mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Saya optimis akan hal itu,” kata Puspayoga pada acara pembukaan Silaturahmi Nasional Perhimpunan BMT Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (6/11).

Di hadapan 400 orang peserta dari 180 BMT (11 provinsi), Puspayoga menyebut Perhimpunan BMT Indonesia sebagai koperasi sekunder dan menghimpun 326 BMT yang melayani koperasi primer, menyatukan visi dan misi sebagai lembaga keuangan dalam memberikan layanan pembiayaan syariah kepada mikro dan kecil yang menjadi anggotanya.

“Dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia berpotensi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Puspayoga.

Saat ini, Indonesia menjadi negara dengan jumlah keuangan syariah terbanyak di dunia. Antara lain, terdapat 5000 institusi lembaga keuangan syariah, meliputi 34 perbankan syariah, 58 operator Takaful/Asuransi Syariah, tujuh ventura syariah, 163 BPR Syariah, 4500 BMT, dan satu institusi pegadaian syariah.

Baca juga :  LPDB-KUMKM Salurkan Rp50 M untuk Kospin Jasa

“Tapi, di sisi lain, pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia masih relatif kecil, yaitu 5,7 persen dari total industri perbankan nasional. Bandingkan dengan yang sudah mencapai 23,8 persen,” kata Puspayoga.

Puspayoga pun menekankan bahwa pelaku bisnis tidak boleh hanya mencari keuntungan semata. Tapi juga harus memiliki benefit dan menguntungkan secara sosial. Jangan menjadi kapitalis, melainkan social enterpreneur. Misalnya, mampu mengolah satu agar tetap memiliki harga menarik meski usai panen harga biasanya turun. “Saya harap BMT hadir disana dalam membentuk jiwa social enterpreneur,” ujar Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, Ketum Perhimpunan BMT Indonesia H Jularso mengungkapkan bahwa terkait dana bergulir dari LPDB pihak BMT sangat mengharapkan segera akad dana bergulir.

“Berkas pengajuan dana bergulir yang kami kirim dikembalikan ke kita lagi, karena harus menyesuaikan dengan persyaratan baru sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM. Selain itu, plafon kami juga dianggap terlalu kecil, maka diminta untuk ditambah plafon pengajuan kredit dana bergulirnya,” ungkap Jularso.

Baca juga :  Telkomsel Hadirkan Digital Experience Negeri di Atas Awan

Jularso menjelaskan, ada dua kegiatan utama dari BMT. Yaitu, sebagai Baitul Tamwil (lembaga bisnis) dan Baitul Maal (lembaga sosial).

“Bagi BMT, puncak dari tujuan akhir berbisnis adalah sosial. Karena, kemuliaan seseorang itu ketika mampu berbuat banyak untuk orang lain. Ukurannya adalah berapa banyak yang sudah menjadi anggota dan sejauhmana pemberdayaan ekonomi umat,” kata Jularso.