KULONPROGO, Indotimes.co.id – Deputi Bidang Pengawasan Koperasi dan UKM Suparno mengungkapkan, UKM merupakan pelaku yang dominan di Indonesia dan berperan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, menurut Suparno, UKM harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Data Statistik Tahun 2017 menunjukkan bahwa 62,922 juta unit   adalah UMKM atau 99,99 persen dari total pelaku usaha di Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap GDP Nasional sebesar 60 persen. Mereka adalah penyerap terbesar, yaitu 97,02 persen dari keseluruhan angkatan kerja.

“Para pelaku UMKM yang bergerak di seluruh sektor ini menjadi kunci terwujudnya pemerataan ekonomi,“ kata Suparno dalam acara Gebyar UKM di Aula Adikarta kantor Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, Selasa (6/11).

Capaian itu tidak terlepas dari berbagai program dan kegiatan pembangunan UMKM telah dilakukan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Hal ini juga sebagaimana amanat UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM bahwa Pemberdayaan UMKM dilakukan oleh pemerintah, pemda, dunia usaha dan masyarakat.

Baca juga :  Mensos Berpesan Agar Tidak Perselisihkan Data dalam Distribusi Sembako

“Dukungan daerah dalam pembangunan UKMK ditunjukan oleh Kabupaten yang secara konsisten menunjukkan kinerjanya dalam membangun aktivitas ekonomi masyarakat melalui cara-cara yang dan inovatif. Beberapa penghargaan telah diraih, seperti Nata Mukti Award dari Kemenkop dan UKM dan diakui sebagai Bupati Entrepreneur,” katanya.

Gebyar UKM tahun ini merupakan Gebyar UKM yang mengusung konsep kekinian, yaitu UKM Indonesia Jaman Now, dengan dominasi teknologi digital yang telah banyak dimanfaatkan terutama dalam pemasaran dengan tetap menjaga semangat kewirausahaan.

Tema yang diangkat pada Gebyar UKM 2018 ini adalah “UKM Indonesia Zaman NOW : Kewirausahaan + Pemasaran = SUKSES BISNIS”. Tema ini relevan dengan sikap dan respon yang perlu dilakukan oleh para pelaku UMKM Jaman NOW dalam memasuki era ekonomi digital dan era Revolusi Industri 4.0.

Dengan tema tersebut pelaku UMKM dituntut untuk menggunakan teknologi digital dalam pengelolaan bisnisnya dan untuk menjangkau yang lebih luas. Para pelaku UMKM juga diharapkan dapat fokus terhadap kualitas yang dapat  menciptakan   baru dalam memenuhi permintaan yang sangat cepat berubah.

Baca juga :  Program Digitalisasi Koperasi Disambut Baik

Kabupaten menjadi salah satu tempat pelaksanaan Gebyar UKM yang diinisiasi oleh International Council for Small Businiess (ICSB) Indonesia. Kabupaten di ujung barat DIY tersebut menjadi tujuan ke-28. Dimana sebelumnya acara serupa digelar di Tanjung Pinang (1/11), Deli Serdang (31/7) dan akan rencana terakhir pelaksanaannya di Purwakarta (24/11) mendatang.

Disela acara diumumkan pemenang kategori Policy Maker yang diraih Koperasi dan UKM Kulonprogo, Dinas Perdagangan dan Bank Indonesia. Sementara untuk Kategori Business Practitioner diraih  oleh Permodalan Nasional Madani, Telkom Indonesia. Sedang kategori Researcher and Academidian diraih Universitas Ahmad Dahlan dan Amikom Business Park.