JAKARTA, Indotimes.co.id – Siapa yang akan menjadi Operator Kompetisi Liga Indonesia (Liga 1, Liga 2 dan Liga 3) musim 2019 akan ditentukan oleh PSSI. PT Liga Indonesia Baru ( LIB) masih menunggu keputusan PSSI pada hasil Kongres Tahunan PSSI 20 Januari mendatamg, meteka tetap optimis musim dipercaya mengelola kompetisi 2019.

Hal tersebut dikatakan CEO PT LIB Risha Adi Wijaya kepada awak media di Kantor PT LIB di Jakarta, Jumat (4/1)..Risha optimis Kompetisi Liga Indonesia 2019 berjalan lancar, tidak ada lagi pengaturan skor seperti yang saat ini tengah memgemuka dan tidak merugikan pihak sponsor.

“Permasalahan pengaturan skor di kompetisi sepak bola Indonesia yang tengah diinvestigasi satgas antimafia bola berpengaruh terhadap kelangsungan kompetisi pada musim depan. Kepercayaan sponsor terhadap kredibilitas kompetisi bisa luntur,”ujar CEO PT LIB Risha Adi Wijaya yang di dampingi COO PT LIB, Tigorshalom Boboy.

Menurut Risha kendala ini pasti berdampak ke sisi komersial. Namun, menyongsong musim 2019 tentu semua pun sudah kami persiapkan. Memang ini yang menjadi pertanyaan dari partner kami (sponsor). Secara value pasti terganggu, tapi yang pasti persiapan tetap berjalan terus,” ungkap Risha.

Risha menambahkan kepastian PT LIB sebagai operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia pada musim depan, memang masih tanda tanya. Keputusan final akan diambil saat Kongres tahunan PSSI pada 20 Januari 2019 di Medan, Sumatera Utara.

“Pada prinsipnya PT LIB yang dipercaya menjadi operator kompetisi oleh PSSI. Kapan pun PSSI mau, mereka bisa menunjuk atau bahkan mencabut kami sebagai operator. Kami sudah membuat laporan evaluasi dan sudah kami sampaikan kepada Exco PSSI. Keputusan apakah kami akan tetap menjadi operator akan ada di PSSI, dan keputusan biasa nanti di kongres,”tandas Risha.

Sementara itu, terkait pemanggilan PT LIB oleh Satgas Anti-Mafia Sepakbola, Tigor menjelaskan bahwa surat pemanggilan yang diajukan kepada PT LIB hanyalah bersifat untuk memberikan keterangan dalam proses penyidikan yang sedang berjalan.

Namun pemanggilan PT LIB bukanlah terkait adanya kasus pengaturan skor pada pertandingan PSS Sleman berhadapan dengan Madura FC di bulan Mei 2018 lalu.
Adapun keterangan yang diberikan oleh PT LIB kepada Satgas Anti Mafia Bola yakni tentang bagaimana mengatur jalannya kompetisi sepak bola di Indonesia.

“Jadi kemarin itu, Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaan bersama dengan CEO PT LIB Risha Adi Wijaya memenuhi surat panggilan. Adapun pada pemanggilan tersebut, kami hanya dimintai keterang untuk membantu proses penyidikan,” pungkas Tigor.