JAKARTA, Indotimes.co.id – Untuk kedua kalinya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asia Track Championship (ATC) 2019, yang akan digelar di Jakarta International Veledrome (JIV) Rawamangun, Jakarta, 8 -13 Januari mendatang.
Kepercayaan di berikan kepada Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indobesia (PB ISSI), setelah 10 tahun yang Ialu kejuaraan serupa digelar di Velodrome Tarakan, Kalimantan Timur pada tahun 2008.

Kepala Bidang Perlombaan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI) Parama Nugroho di Jakarta, Senin (7/1) mengatakan Asian Track Champioship 2019 diikuti oleh 16 negara peserta termasuk Indonesia sebagai tuan rumah. Dengan jumlah peserta mencapai 297 pembalap, meliputi Asian Track Championship, Asian Junior Track Championship, dan Para Asian Track Championship.

Sementara itu Tim Para Cycling Indonesia menurunkan pembalap andalannya yaitu M. Fadli yang pada saat gelaran Asia Para Gmaes meraih medali emas di nomor Individual Pursuit C4.

“Kami sudah melakukan persiapan sekitar dua bulan dan memang pemusatan latihan kali ini lebih berat dibanding saat Asian Para Games. Dengan digenjot habis-habisan jelas ada peningkatan kecepatan yang saya rasakan,” ujar Fadli, dalam keterangan pers di Jakarta International Velodrome, Senin (7/1) sore.

Menurut Fadli saat ini dirinya belum memilili poin di paracycling, untuk itulah ajang ini sangat penting baginya untuk mendapatkan poin untuk tampil pada Paralimpik 2020 mendatang.

“Kejuaraan ini merupakan moment awal saya mengikuti berbagai kejuaraan selama tahun 2019, agar saya bisa mendapatkan poin untuk tampil di Paralimpik Tokyo,”imbuhnya.

Manajer tim nasional balap sepeda Indonesia, Budi Saputra, mengakui persiapan yang dilakukan Fadli terbilang terlambat. Namun Budi berharap Fadli mendulang hasil sesuai harapan, mengingat Para Asian Track Championship 2019 hanya diikuti empat negara, Indonesia, Singapura, Malaysia, dan India.

“Fadli memang agak terlambat melakukan persiapan, tapi dia tetap mengikuti semua program yang kami siapkan. Meski berat menjalaninya, tapi peningkatan yang dialaminya sangat bagus. Semoga hasil di Para Asian Track Championship 2019 ini, juga sesuai yang diharapkan,” ungkap Budi Saputra.

Berkaitan dengan persiapan atlet Indonesia, sampai dengan saat ini seluruh atlet Timnas Indonesia masih terus berlatih secara rutin dan intensif.

Budi menejelaskan para atlet telah menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas), yang difokuskan pada latihan untuk Olimpiade 2020 dan Paralimpik 2020.

Selain Asia Track Championship Januari 2019, ada juga dua Asia Track Series 2019 yang diakui UCI (Union Cycliste Internationale),yangakan diikuti para atlet Indonesia, guna menambah poin setiap pebalap Asia yang ikut serta.
Pengumpulan poin untuk kualiflkasi Olimpiade 2020, akan dimulai dari awal 2019 hingga awal 2020, atau sebelum batas akhir penutupan poin Kualifikasi Olimpiade diselenggarakan di Tokyo, Jepang.