JAKARTA, Indotimes.co.id – Ganda putra terbaik Indonesia, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tampil sebagai juara pada Daihatsu Indonesia Master 2019. Dalam final sesama ganda putra Indonesia, Kevin/Marcus menundukan seniornya pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dengan skor 21-17 dan 21-11 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1)

The Minions suskes mempertahankan gelar yang mereka raih pada tahuin lalu. Meski melawan rekan senegara sendiri, Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra menunjukan permaian terbaik mereka, dengan permainan ketat sejak game pertama.

Kevin/Marcus bahkan tak ragu memberikan psywar kepada seniornya tersebut. Beberapa kali Marcus menolak permintaan Ahsan/Hendra untuk mengganti shuttle. Saling berbalas poin terus terjadi hingga interval. Kevin/Marcus memimpin lebih dulu dengan 11-9 atas Ahsan/Hendra.

Selanjutnya, The Minions kian tak terbendung dan menutup gim pertama dengan kemenangan dengan 21-17.
Memasuki gim kedua, Kevin/Marcus bermain semakin ekspresif. Tak jarang Marcus melakukan selebrasi saat berhasil memasukkan bola.

Kevin /Marcus bahkan hanya membiarkan The Daddies (Ahsan/Hendra ) mencetak 11 angka di gim kedua. The Minions akhirnya berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan.

Gelar juara Indonesia Masters ini menjadi yang kedua bagi Kevin/Marcus di 2019. Pekan lalu, The Minions juga sukes berjaya di Malaysia Masters 2019.

Sayang sukses Kevin/marcus gagal diikuti ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang harus mengakui pasangan Cina, Zheng Siwei/Huang Yaqiong dengan rubber game 21-19, 19-21, 16-21 di partai final.

Kekalahan ini gagal membuat cacatan indah bagi Liliyana Natsir pada laga terakhirnya di duabi bulutangkis. Butet sapaan akrab Liliayana Natsir menjadikan penampilanya di Indonesia Master 2019 sebagai laga perpisahan setelah dia secara resmi mengumumkan gantung raket.

Sebelum laga final ganda camputan, dilakukan upacara khusus Liliyana Natsir’s Farewell Even oleh panpel Daihatsu Indonesia Master 2019. Acara yang dihadiri Ketua Umum PP PBSI Wiranto dan Menpora Imam Nahrawi serta mantan pebulutangkis lainnya dan para pebulutangis Pelatnas Cipayung, melepas 24 pengabdian Butet di dunia bulutangkis, dengan sumbangsih prestasi yang membanggakan bagi Indonesuia.

Sementara itu pada nomor ganda putri, gelar juara diraih pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, setelah di final menundukan pasnagan Korea, Kim So Yeong/Kong Hee Yong dengan skor 21-19 dan 21-15.

Untuk tunggal putra, terjadi kejutan gelar juara diraih pebulutangkis Denmark, Anders Antonsen setalah menumbangkan unggulan pertama asal Jepang Kento Momota dengan rubber game 21-16, 14-21, dan 21-16.

Sedang juara tunggal putri diraih Saina Nehwal dari India, setelah sang lawan asal Spanyol Carolina Marin, tidka dapat melanjutkan pertandiangn di partai final, karena mengalami cedera. Pertandingan akhirnya dihentikan ketika skor 10-4 untuk keunggulan Marin.