JAKARTA, Indotimes.co.id – International Council for Small Business (ICSB) Indonesia dan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) melakukan kerja sama untuk mengembangkan riset Muslimpreneurship sekaligus memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM).

Kerja sama itu ditandatangani di MarkPlus Main Campus Jakarta, Rabu (30/1) dan disaksikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga yang juga tercatat sebagai pendiri ICSB Indonesia, dan Hermawan Kartajaya, President ICSB Asia yang juga founder & chairman ICSB Indonesia.

“Secara garis besar riset Muslimpreneurship akan menggali nilai-nilai bisnis Islami yang bisa diterapkan dalam mendorong roda perekonomian khususnya sektor UMKM,” kata Hermawan Kertajaya.

Hermawan mengatakan, ada tiga hal penting yang akan dilakukan dalam riset ini. Pertama, riset kewirausahaan di Indonesia dalam perspektif Islam atau Muslimpreneurship.

Kedua, pemberdayaan UKM lokal di daerah dengan memperhatikan kearifan lokal atau local wisdom. Ketiga, pelibatan pengurus ICSB Indonesia dalam kegiatan belajar mengajar di Universitas Al Azhar Indonesia untuk topik kewirausahaan.

Inklusif

Rektor UAI Dr Asep Saefudin mengatakan, riset tentang Mualimpreneurship menjadi relevan untuk konteks Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Semangat kewirausahaan yang mengedepankan nilai-nilai akhlak dan prinsip-prinsip muamalah dari Al qur’an mauoun Sunnah diharapkan dapat melahirkan pebisnis-pebisnis yang bisa menciptakan dampak positif di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan.

“Muslimpreneurship ini sifatnya inklusif atau luas, tidak buat pebisnis muslim saja. Contohnya, pak Hermawan Kertajaya kan non muslim, namun ia malah menggali nilai.nilai Muslimpreneurship,” kata Asep.

Dengan kata lain, Muslimpreneurship adalah upaya-upaya mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin melalui praktik kewirausahaan.

Hermawan menambahkan, konsep Muslimpreneurship semakin menemukan momentumnya karena untuk periode 2019-2020 Presiden Terpilih untuk ICSB Global adalah Ahmed Osman seorang pengusaha muslim yang sukses di Mesir.

Konsep Muslimprenership itu nantinya akan dipresentasikan di Annuql ICSB World Cobgress ke 64 di Kairo Mesir pada 16-21 Juni 2019.

Hasil riset itu diharapkan menjadi kontribusi Indonesia terhadap perkembangan konsep kewirausahaan dunia.

ICSB Indonesia sendiri adalah organisasi non proft yang fokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia serta didukung oleh Kemenkop dan UKM. Dalam program programnya, ICSB Indonesia didukung oleh empat pilar yang terdiri dari pemerintah, akademisi, periset dan pelaku bisnis.