Pasar Badung Denpasar Jadi Smart Heritage Market

DENPASAR, Indotimes.co.id – RI Joko Widodo (Jokowi) berharap atau pasar tradisional di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Bali, harus mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern, pasar moderenh hinggaMal.

“Oleh karena itu, dengan program revitalisasi pasar, saya berharap pasar tradisional atau bisa dikelola dengan manajemen yang baik dan bagus. Kebersihan pasar, termasuk kebersihan para pedagangnya, harus tetap dijaga. Jangan sampai becek, kotor, dan bau,” kata saat meresmikan Pasar Badung di Kota Denpasar, Jumat (22/3).

Jokowi mengaku sudah banyak berkeliling ke hampir seluruh pasar tradisional di Indonesia, namun menyebutkan bahwa arsitektur Pasar Badung yang paling bagus dan artistik. “Untuk itu, saya berharap Pasar Badung bisa menjadi pusat heritage warisan pusaka budaya negeri ini,” kata Presiden.

Usai acara, AAGN Puspayoga yang turut menghadiri peresmian Pasar Badung mengatakan, pasar tradisional yang mengalami bencana kebakaran terjadi 29 Februari 2016 tersebut kini dibentuk dan dikelola dengan manajemen moderen. “Bahkan, pembayaran dengan cara cashless sudah mulai dikenalkan pada para pedagang dan pembeli di Pasar Badung,” ujar Puspayoga.

Baca juga :  Biaya Logistik Mahal Jadi Kendala UMKM Bersaing di Pasar Domestik

Meski sudah berpenampilan moderen, Puspayoga menjamin filosofi Pasar Badung sebagai tidak akan luntur. “Rohnya tetap pasar rakyat, pasar tradisional, namun dikelola secara manajemen moderen. Saya meyakini, Pasar Badung akan menjadi ikon pengembangan kerakyatan Kota Denpasar dan pada umumnya,” kata Puspayoga.

Beragam turut melengkapi Pasar Badung kini. Mulai dari fasilitas umum yang ramah disabilitas, ramah anak, ruang bermain anak, Timbangan Pos Ukur Ulang (Reward Kota Denpasar sebagai Kota Tertib Ukur Tahun 2017 oleh Dirjen Metreologi Kementrian Perdagangan RI).

Lebih dari itu, tersedia juga sekolah bagi anak pedagang pasar. Ada juga mulai dari lift, eskalator, serta fasum dan fasos lainya. Dan yang paling fenomenal adalah Taman Kumbasari Tukad Badung sebagai inovasi yang dirangkaikan dengan Smart Heritage Denpasar.

Pasar Badung seluas 24.581 meter persegi ini rampung dengan kapasitas enam lantai, terdiri dari dua basement dan empat lantai untuk los dan kios. Keseluruhan los berjumlah 1.450 unit ditambah jumlah kios sebanyak 290 unit dengan total keseluruhan los dan kios total berjumlah 1.740 unit. Keseluruhan jumlah ini siap menampung keseluruhan pedagang lama Pasar Badung yang berjumlah 1.698 pedagang.

Baca juga :  Prof Rully Indrawan Dilantik Jadi Sesmen Koperasi dan UKM

Kreatif

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan, Pemkot Denpasar terus mendukung optimalnya sektor kreatif di Kota Denpasar. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang komitmen dalam peningkatan infrastruktur serta SDM di guna mendukung geliat ekonomi kerakyatan.

Dengan pendanaan sebesar Rp75 miliar (APBN) dan Rp61,8 miliar (APBD), Pasar Badung melakukan Soft Launching pada 24 Februari 2019 lalu.

“Kami di Kota Denpasar terus berkomitmen untuk mendukung kerakyatan melalui peningkatan infrastruktur dan SDM pasar rakyat, dan saat ini Kota Denpasar telah merivitalisasi 30 pasar rakyat,” papar Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan, program revitalisasi pasar ini dirasa sangat efektif dan mampu memberikan kemanfaatan yang maksimal bagi masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada keberhasilan revitalisasi yang dilaksanakan di beberapa pasar.

Baca juga :  Koperasi Mantan Napi Terorisme Targetkan Bisa Pasok Produk ke Seribu Pesantren Jabar

Diantaranya, Pasar Agung yang semula hanya beromzet Rp2,5 miliar perbulan setelah direvitalisasi mampu meraup omzet Rp16 miliar, Pasar Nyanggelan yang semula beromzet Rp2 miliar setelah direvitalisasi mampu meraup omzet Rp7 miliar perbulan.

Rai Mantra menekankan, revitalisasi pasar ini tidak hanya terjadi peningkatan infrastruktur fisik dan omzet penjualan pedagang, hal ini secara tidak langsung memberikan transformasi perubahan perilaku untuk meningkatkan harkat dan martabat pedagang pasar. Disamping itu juga memberikan cerminan peradaban kota, dengan mewujudkan yang bersih, segar dan terpercaya.

“Dengan revitalisasi pasar ini pola prilaku masyarakat terus bertransformasi dengan peningkatan kualitas SDM sebagai bukti kemajuan peradaban kota,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra menambahkan, keberhasilan ini tentu membawa Pemkot Denpasar dan instansi terkait mampu meraih penghargaan di berbagai bidang. Seperti halnya penghargaan Pasar SNI Tahun 2017 dan tahun 2019 Type III dan IV.

Pengelola pasar Terbaik Nasional yakni Pasar Nyanggelan dan Pasar Poh Gading serta The Best Acctraction Trend se-Asia Tenggara yang diraih Pasar Sindu, Sanur Kecamatan Denpasar Selatan.