BINTAN – Guyuran hujan serta trek yang basah dan licin tak membuat semangat peserta Tour de Bintan 2019 melempem, Sabtu (30/3). Peserta bahkan seperti tak peduli dengan kondisi cuaca tersebut. Sebelum hujan benar-benar reda, beberapa peserta tampak berkali-kali mengecek sepedanya, kemudian mencoba menggowesnya di sekitar panggung utama. Mereka seperti tak sabar untuk segera bertanding!

Peserta kelas Grand Fondo Classic kategori wanita akhirnya dilepas oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan, Wan Rudy, tepat pada pukul 08.20 WIB. Sekitar 10 menit kemudian, peserta Grand Fondo Classic kategori pria kelompok pertama juga dilepas dalam suasana yang masih gerimis.

Pelepasan diawali dengan penampilan 10 penari laki-laki yang membawakan tarian khas Melayu, disambung kumandang lagu Indonesia Raya. Tak kalah dari peserta, antusias penonton pun terlihat di sekitar titik start. Terlebih saat panitia melempar beberapa kaos yang jadi rebutan pengunjung.

Sebelum group 4 dilepas, 8 penari laki-laki dan perempuan kembali membawakan tarian Melayu lengkap dengan iringan musik yang khas. “Ini sengaja kami tampilkan sebagai upaya mengenalkan seni budaya Melayu kepada peserta yang mayoritas berasal dari mancanegara,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan, Wan Rudy.

Kelas Grand Fondo Classic diikuti peserta pria dan wanita dengan 6 group dari rentang usia 19 tahun sampai di atas 50 tahun. Nantinya, mereka yang menjadi juara akan kembali bertanding pada tahap selanjutnya di Polandia. Secara keseluruhan, Tour de Bintan 2019 diikuti 2000 peserta dari 48 negara, dengan peserta terbanyak dari Singapura.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menyatakan, gelaran event Tour de Bintan secara langsung akan berdampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi di daerah setempat. Peserta akan melihat lebih dekat ‘wajah’ Bintan dan menikmati semua yang tersaji, bahkan dengan keluarga masing-masing.

“Dari sisi amenitas, hotel-hotel di tempat event berlangsung yakni Bintan Lagoon sudah full booked sejak jauh hari. Saya yakin hotel-hotel lain di sekitarnya juga demikian. Semua akan mendapat untung dari Tour de Bintan. Termasuk para pengusaha kuliner, bakal kebanjiran tamu,” ungkapnya.

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menyatakan, peserta akan mendapat keuntungan dobel dari ajang ini. Selain bisa mengukir prestasi, mereka juga dapat menikmati keindahan alam dengan jalan-jalan yang ditata lebih baik, serta sejumlah resorts kelas internasional yang mengagumkan.

“Dengan adanya kejuaraan ini, kawasan Lagoi khususnya Bintan Lagoon Resort akan terangkat. Sejauh ini, sport tourism selalu membawa multy efek yang besar. Dampak langsungnya hotel menjadi penuh, karena pembalap juga membawa keluarga serta official,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, sport tourism menjadi salah satu konsep yang cukup berhasil menarik wisatawan mancanegara. Terbukti, dari tahun ke tahun kunjungan wisman ke Bintan terus meningkat. Ini menjadi kabar baik bagi industri pariwisata setempat.

“Sebagai sport event, yang terbesar dicari adalah indirect impact, atau yang lebih sering disebut sebagai media value. Itulah yang tersebar luas di seluruh dunia, dan membuat pamor Indonesia khususnya Bintan makin tenar,” tandasnya. (ANP)

Loading...