JAKARTA, Indotimes.co.id – Revitalisasi pasar rakyat oleh Kementerian Koperasi dan UKM telah mengubah kondisi pasar yang sebelum kumuh menjadi rapi,  modern dan layak bagi pedagang dan nyaman bagi pembeli. Karena itu,  koperasi sebagai pengelola pasar tersebut diminta dapat mengelola pasar tersebut secara baik agar bertahan lama dan berkembang.

Program revitalisasi pasar Kemenkop dan UKM hanya bagi pasar rakyat yang dikelola oleh koperasi. Tercatat Kemenkop dan UKM telah merevitalisasi pasar rakyat yang dikelola koperasi sebanyak 789 dan tahun ini akan direvitalisasi 53 pasar rakyat. Sesuai juknis, setelah pasar selesai dibangun atau direvitalisasi maka harus dikelola koperasi.

“Melalui revitalisasi pasar rakyat, kita mengubah pasar yang tadinya becek kotor bau,  ke arah yang lebih rapi baik kiosnya tempat sampah drainase sirkulasi udara, parkir, kenyamanan dan kemudahan belanja. Dengan demikian kondisi pasar yang sudah lebih baik,  koperasi pengelola pasar sudah harus memberikan  manfaat pada anggotanya,” kata Staf ahli Menkop dan UKM Herustiati dalam acara Sinergitas Sosialisasi Penajaman Program Tugas Pembantuan Revitalisasi Pasar dan Penataan PKL, di Jakarta Selasa (9/4).

Herustiati mengatakan, kenyataannya kinerja sebagian besar koperasi pengelola pasar program revitalisasi pasar rakyat masih belum sesuai harapan. Hal ini antara lain terlihat dari jenis usaha yang dilalukan koperasi pengelola pasar yang sebagian besar masih mengandalkan sewa kios dan los, retribusi dan jasa parkir. Padahal di luar itu, banyak jenis usaha yang bisa dilakukan koperasi pengelola pasar seperti misalnya distribusi barang dan jasa, jasa akuntansi, permodalan, pengepakan (packaging).

“Tapi ternyata dari 789 pasar rakyat yang sudah direvitalisasi, kinerja sebagian besar koperasi pengelola pasar belum optimal atau sesuai harapan kami, sebagian besar masih mengandalkan sewa kios retribusi dan parkir,” ujarnya.

Ia mengatakan, program revitalisasi pasar rakyat dan penataan sarana usaha kawasan PKL, mendapat apresiasi dari pelaku UKM, mengingat program tersebut dianggap telah memperbaiki dan meningkatkan sarana ekonomi yang selaras dengan upaya pemerataan, pembangunan hingga memperluas  kesempatan kerja

“Memang masih diperlukan peningkatan kualitas manajemen tata kelola terhadap koperasi pengelola pasar rakyat,” kata Herustiati.

Dengan pengelola pasar yang profesional maka diharapkan dapat mengubah stigma tentang pasar rakyat dari pasar yang kumuh menjadi pasar yang penuh pesona, atraktif, dan memberikan tempat yang layak berjualan bagi pedagang, dan layak belanja bagi pembeli. Selain itu memberikan outcome khususnya peningkatan omset penjualan pedagang maupun penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, kata Heru, pada tahap awal diberikan stimulasi pembangunan fisik melalui pola tugas perbantuan dengan harapan daerah semakin partisipatif. Tahapan kedua dilakukan peningkatan profesionalisme melalui pendampingan manajemen.

Pada tahap ketiga dilakukan berbagai upaya penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sehingga ke depan koperasi pengelola pasar rakyat akan mampu mewujudkan pasar yang bercorak modern dan mandiri.