Papua, Indotimes.co.id – Pemilihan Umum legislatif dan presiden, hari ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Namun ada sebagian daerah di Papua yang harus ditunda pemilunya, karena belum adanya logistik pemilu.

Ketua Projo Papua, Moses Morin mengaku sangat kecewa dengan kinerja komisi pemilihan umum (KPU) dalam hal penyaluran logistik pemilu. Mulai dari kertas suara, bilik suara hingga form rekapitulasi suara. Bahkan penundaan pemilu dilakukan karena belum adanya logistik tersebut.

“Projo Papua sangat kecewa dengan kinerja KPU Papua dalam penyaluran logistik. Sampai detik ini ada daerah yang logistiknya belum ada,” tegas Moses Morin dalam keterangan tertulis, Rabu (17/04).

Kekecewaan itu berlanjut karena di Kota Jayapura yang merupakan Ibukota Papua, sempat ditemukan adanya TPS yang juga belum menerima logistik pemilu.

“Papua merupakan lumbung suara Jokowi. Saya kecewa logistik belum tiba,” tambahnya.

Sebelumnya, sebanyak 64 distrik di Papua belum menerima logistik untuk Pemilu 2019. 64 distrik yang belum menerima logistik itu tersebar di 12 dari 29 kabupaten dan kota di Papua.

Di Kabupaten Keerom, satu dari 11 distrik belum menerima logistik pemilu. Distrik lain yang belum menerima logistik tersebar di Biak Numfor, Nabire, Intan Jaya, Paniai, nduga,kota jayapura.

Diketahui, jumlah pemilih di Papua tercatat 3.542.544 orang, yang tersebar di 560 distrik dengan jumlah TPS sebanyak 15.250.

Loading...