JAKARTA, Indotimes.co.id – Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akan memanggil PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Kompetisi Liga 1, guna meminta laporanya terkait bentrok suporter yang mewarnai pertandingan pembuka Kompetia Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5) malam, antara tuan rumah PSS Sleman menghadapi Arema FC.

Dalam rilis resmi BOPI yang ditandantangani Ketua BOPI Ricard Sam Bera, Kamis (16/5), BOPI menyesalkan terjadinya insiden bentrokan antar suporter pada laga pembukaan Liga 1 di Sleman, pada Rabu (15/5) malam, padahal BOPI sudah mengingatkan untuk menghilangkan tindakan kekerasan pada saat penyerahan Rekomendasi kepada PT LIB pekan lalu.
Karenanya BOPI meminta laporan segera dari PT LIB selaku operator kompetisi. Untuk itu BOPI memanggil pihak PT LIB pada Jumat (17/5) untuk membahas insiden ini.

Selain itu BOPI meminta PSSI untuk mengambil tindakan tegas dalam menyikapi insiden ini. Karena BOPI berkomitmen memastikan kompetisi Liga 1 2019 dan semua kegiatan olahraga profesional mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Sebagaimana diberitakan, laga pembuka Liga 1 diwarnai terjadinya bentrok supporter, yang mengakibatkan terhentinya pertandingan antara PSS Sleman melawan Arema FC, saat kedudukan imbang 1-1. Bentrokan antar dua kubu suporter terjadi menyusul adanya saling lempar, yang juga berimbas masuknya lemparan kedalam lapangan saat berlangsungnya pertandingan.

Meski akhirnya pertandingan dapat dilanjutkan dengan hasil akhir 3-1 untuk keunggulan tuan rumah PSS Sleman. Ketiga gol PSS masing-masing dicetak Brian Ferreira (2′), Yevhen Bokhashvili (59′), dan Rangga Muslim (85′). Sedag satu-satunya gol balasan Arema FC dicetak oleh Sylvano Comvalius pada menit ke-29.

Dalam kerusuhan tersebut pihak Keamanan (Polda DIY) telah mengamankan sekitar 15 suporter yang diduga sebagai provokator dalam bentrok tersebut.