JAKARTA, Indotimes.co.id – Pertarungan seru antara jawara kelas welterweight One Pride, Rudy “Ahong” Gunawan melawan Theodorus Ginting akan menjadi sajian utama ajang One Pride PRO Never Quit, Fight Night ke-30 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (27/7) malam mendatang.

Pertaruangan berbalut dendam ini bakalan seru, mengingat sang juara bertahan Rudy “Ahong” Gunawan sudah tak sabar menghadapi sang penantang Theodorus ‘ Singo Karo’ Ginting.

Ahong yang dijuluki KOKO (King of KO) hingga kini belum terkalahkan di One Pride Arena. Petarung kelahiran Jakarta ini dikenal dengan kemampuan tangan kanannya yang bisa mengakhiri perlawanan musuhnya secepat kilat.
Pemegang Dan-4 Jiu Jitsu Jepang ini terbukti mengakhiri semua pertarungan gelarnya dengan KO tidak lebih dari 30 detik. Hal itu termasuk 3 kali memecahkan rekor KO tercepat di kelas welterweight One Pride.

Tidak hanya handal di atas, permainan bantingan dan kuncian Ahong mengantarnya untuk mewakili Indonesia di cabang olah raga Jiu Jitsu pada Asian Games 2018 lalu.

Sementara sang penantang Theodorus Ginting, bukanlah lawan yang enteng, mengingat putra Karo kelahiran Jakarta ini sudah menorehkan banyak prestasi di berbagai ajang olahraga, termasuk memegang gelar tinju nasional, kejuaraan kickboxing, dan MMA.

Theo yang memulai debutnya di One Pride pada bulan September 2017, merupakan pemegang sabuk biru Brazilian Jiu Jitsu dari Carlson Gracie ini juga memiliki rekor belum pernah terkalahkan.
Theo dikenal sebagai fighter dengan kemampuan tarung yang lengkap dan bisa mengakhiri perlawanan baik di permainan atas maupun permainan bawah.

Perseteruan antara kedua fighter ini sudah dimulai sejak bulan Februari 2018, di mana Theo mengatakan “Tahun ini, Ahong bukan siapa-siapa”. Theo juga menantang Ahong untuk merebut sabuk juara kelas welter. Namun, sayang saat itu keinginan Theo belum kesampaian, mengingat pada saat bersamaan sang jawara Ahong harus memulihkan diri dari patah tangan, yang dialaminya pada pertandingan terakhir.

Selama masa pemulihan Ahong, Theo telah bertarung 2 kali dengan mempertaruhkan posisi penantang gelarnya, sehingga perseteruan keduanya pun semakin panas, mulai dari Ahong menyebut tindakan Theo layaknya “petarung abal-abal” dan “mental pengecut” . Theo pun membalasnya, dengan video kekalahan Ahong di test event timnas Jiu Jitsu di Singapura.

Perseteruan semakin memuncak, hingga membuat Ahong berkata bahwa Theo melewati batas dengan masuk ke ranah pribadinya. Hal ini tentunya membuat pertarungan kedua fighter tangguh ini menjadi urusan pribadi.

Sebagaimana diketahui ajang One Pride Pro Never Quit, merupakan pertarungan MMA (Mixed Martial Art) terbesar di Indonesia, yang menyajikan lebih dari 200 laga per tahun dengan 300 petarung yang berasal dari lebih 50 klub di 34 provinsi di tanah air.

Loading...