Kinerja BLU Dituntut Lebih Efisien

JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Keuangan Mulyani Indrawati mengharapkan kerja Badan Layanan Umum () lebih efisien dalam memberikan pelayanan umum kepada masyarakat dan mampu berkompetisi dengan mengikuti perkembangan zaman.

“Kalau ada kemauan tentu kita bisa, BLU bisa disalurkan untuk tujuan yang konsisten dengan yang efisien dan akuntabel,” kata Sri Mulyani dalam BLU 2016 di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Menururt dia, selama ini aset BLU belum dimanfaatkan secara maksimal bagi masyarakat sehingga dibutuhkan evaluasi agar aset tersebut bisa bermanfaat untuk memberikan nilai tambah bagi kepentingan umum.

“Jumlah aset BLU cukup banyak, tapi belum efisien. Karena itu aset perlu digunakan optimal, tentu bukan karena tujuan profitabilitas, namun untuk kepentingan umum,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap pengelola BLU bisa melakukan inovasi dan mengembangkan jiwa kewirausahaan agar BLU mampu bersaing dengan institusi pelayanan swasta yang berorientasi kepada keuntungan belaka.

Baca juga :  Kemenkeu Blokir 9.568 Importir Nakal

Seperti diketahui, BLU merupakan instansi di lingkungan pemerintah untuk memberikan pelayanan berupa penyediaan barang dan jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan serta melakukan kegiatan dengan menerapkan pola pengelolaan keuangan yang fleksibel.

Dalam 10 tahun terakhir, terdapat 182 BLU di 22 kementerian lembaga, dengan 90 persen diantaranya memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan, dukungan finansial kepada UKM, pengembangan , pengembangan teknologi dan percepatan pengembangan investasi.

Dalam rakor BLU 2016 yang dibuka Presiden Joko Widodo ini, Menteri Keuangan menyerahkan surat penetapan 23 BLU baru di lingkungan empat Kementerian Lembaga yaitu Panglima TNI/Menteri Pertahanan, Kapolri, Menteri Perhubungan serta Menteri Kelautan dan . (Raf)