JAKARTA, Indotimes.co.id – Juara Nasional MMA Kelas Flyweight, Suwardi masih terlalu tangguh buat sang penantang Jeremia Siregar. Petarung berjuluk ‘Becak Lawu’ ini mampu menyudahi perlawanan Jerimia pada ronde pertama dalam pertarungan perebutan sabuk juara nasional MMA Kelas Flyweight One Pride Pro Never Quit  Fight Night 31, yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (24/8) malam.

Sempat mendapat serangan bertubi-tubi dari sang penantang, pada awal-awal pertarungan, namun petarung Pencak Silat Setia Hati Terate (PSHT) asal Magetan, Jawa Timur, mampu memghentikan  pertandingan, setelah pitingan kedua kalinya memaksa Jerimia menyerah, saat pertarungan memasuki menit ketiga.

Jerimia yang memiliki  tendangan keras, sempat membuat Suwardi kewalahan. Bahkan wasit sempat menghentikan pertarungan, saat tendangan keras petarung dari Bhagasasi Gym, Tapanuli Utara  mendarat tipis diatas daerah terlarang.

Jerimia yang berambisi merebut mahkota juara dari Suwardi terus menggempur melalui kekuatan tendangannya Justru ini dimanfaatkan sang jawara untuk menjatuhkan Jerimia, agar bertarung diatas  matras oktagon melalui tehnik kuncian.

Suwardi yang lebih berpengalaman, meski dalam posisi dibawah Jerimia melalui tehnik kuncian kedua kakinya, memaksa petarung yang dalam dua tahun terakhir tak terkalahkan menyerah.

Kemenangan Suwardi ini sontak mendapat sambutan riuh ribuan pendukungnya yang mayoritas dari anggota Pencak Silat Setia Hati Terate (PSHT) yang memadati Tennis Indoor Senayan.

” Saya tak menyangka mampu memenangkan pertarungan ini dalam satu ronde. Tadinya saya pikir bisa memenangkanya dua atau tiga ronde,” ujar Suwardi seusai pertandingan.

Suwardi juga mengakui kalau Jerimia adalah petarung tangguh. Kemampuanya sangat  luar biasa, dan memiliki power yang bagus pula.

“Bersyukurlah saya dapat mengatasinya dan memenangkan pertarungan  ini dalam tempo yang cepat,” ungkap petarung dari Asta MMA Bogor ini.

Sementara itu pada pertarungan perebutan sabuk juara nasional MMA One Pride Pro Never Quit  lainnya, Hafid Nur Maradi juga berhasil mempertahankan sabuk juara nasional MMA kelas
Featherweight, atas sang penantang Novian Hartanto.

Petarung asal Pitbull Academy Probolinggo itu, menyudahi sang lawan pada ronde kedua, lewat tehnik kuncian tangan atas leher
dari petarung  asal Spartam MMA Medan ini.

Sedang dua pertarungan perbaikan peringkat nasional One Pride Pro Never Quit, kelas
flyweight antara Adi Rominto Manurung melawan  Darmawansyah Razak di menangkan dengan angka oleh Adi Rominto.

Pertarungan pada kelas strawweight antara Parly Tunena melawan Rio Tirto, berakhir untuk kemenangan Rio Tirto pada ronde pertama dengan kuncian leher.

Ketua Umum Komite Olahraga Bekadiri Indonedia (KOBI) Ardiansyah Bakrie menilai pertarungan One Pride Pro Never Quit  Fight Night 31 kali ini semakin menarik dan penuh kejutan.

“Tadinya saya kira Suwardi bakal kalah, atau pertarungan ini berlangsung lebih lama. Ternyata dalam pertarungan seperti MMA ini, dia lebih cepat mendapat kuncian untuk menghentikan lawan,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah menambahkan tentunya  pihak One Pride Pro Never Quit akan segera menyiapkan pertarungan berikutnya yang terbaik bagi Suwardi sang pemegang sabuk juara.

“Suwardi sudah dua kali mempertahan sabuk gelar juara.  Kalau  sekali lagi dia mampu mempertahan sabuk juara, maka dia berhak atas sabuk gelar juara abadi,” pungkasnya.

Loading...