Semua Pihak Harus Jaga Suasana Damai Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

JAKARTA, Indotimes.co.id – Semua pihak diminta menjaga suasana damai dan menjauhi segala kegaduhan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden, pada 20 Oktober 2019 mendatang. Pelantikan tersebut seharusnya disambut dalam suasana riang dan gembira, dan kegaduhan politik pun harus berakhir.

Hal tersebut dikatakan Staff Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, dalam acara Sarasehan Kebangsaan ‘Gembira Menyambut Pelantikan Presiden-Wapres Terpilih sebagai bagian dari Pesta Demokrasi’, di Jakarta Selatan, Selasa (15/10).

Menurutnya, pelantikan presiden-wakil presiden yang akan dilangsungkan pada Minggu (20/10) nanti, harus disambut dalam suasana riang gembira. Suasana yang mewujudkan telah berakhirnya segala kegaduhan yang terjadi selama ini.

Dia menilai aksi disusupi kaum radikalisme, pemilik agenda lainnya, hingga yang antipancasila dan serangkaian upaya melengserkan atau menggagalkan pelantikan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden KH Maruf Amin merupakan bentuk melukai rakyat.

Sebab, kata dia, rakyat sudah menentukan pimpinan Negara Indonesia selama lima tahun ke depan melalui proses pemilihan presiden (Pilpres) 2019. “Jadi jika ada orang melawan suara rakyat, melawan demokrasi, tentunya tidak boleh atas nama rakyat menyatakan proses demokrasi tidak fair,” ujar pria yang akrab disapa Romo Benny ini.

Romo Benny menambahkan, saat ini merupakan momentum membangun konsolidasi demokrasi. Sebab, demokrasi yang sehat membuat stabilitas politik pun menjadi baik pula.

“Saatnya kegaduhan politik diakhiri, jangan sampai kedaulatan rakyat dirampas oleh penumpang gelap. Berjiwalah ksatria untuk mengakhiri polemik yang terjadi selama ini,” tandasnya.

Sarasehan Kebangsaan “Gembira Menyambut Pelantikan Presiden-Wapres Terpilih sebagai bagian dari Pesta Demokrasi diselenggarakan oleh Forum Pejuang NKRI . Hadir sebagai narasumber dalam acara ini Akbar Tanjung (Ketua DPR RI 1999-2004), Bang Ucu (Tokoh Betawi), Romo Benny Susetyo (Rohaniawan/ Staff Khusus Dewan Pengarah BPIP), dan Apolo Safanpo (Rektor Universitas Cenderawasih).

Loading...