Pasar Domestik Harus Diperkuat

JAKARTA, Indotimes.co.id – Ketua Bidang Ritel Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Tutum Rahanta mengatakan, ketika domestik dibanjiri produk impor maka Indonesia harus diperkuat agar mampu menguasai pasar domestik.

kita perlu sentuhan-sentuhan lebih agar menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing. Itu yang saya sampaikan pada Menteri dan UKM, dan beliau sepakat”, ungkap Tutum, usai bertemu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di kantornya, Jakarta, Rabu (30/10).

Tutum mengungkapkan, selama ini pertumbuhan di Indonesia lambat. Oleh karena itu, diperlukan sentuhan dalam berbagai hal. “Produksinya perlu sentuhan teknologi, begitu juga dengan manajemen, hingga aspek pemasaran. UKM memang ada di banyak sektor, tapi terkesan belum maju. Terlebih lagi, kita sangat terbuka untuk produk impor,” kata Tutum.

Tutum pun masih melihat beberapa masalah yang dihadapi UKM, diantaranya menyangkut keefisienan. “Barang yang diproduksi harus sesuai dengan kemampuan dan keinginan konsumen. Ini bicara harga dan kualitas. Namun faktanya, dengan tingkat daya beli masyarakat seperti sekarang ini, yang dibeli adalah barang yang sesuai dengan tingkat kemampuan,” Tutum.

Baca juga :  Pemerintah Dukung Wirausaha Pemula Bentuk New Entrepreneurs Society

Tutum mencontohkan Malam (Night Market) di Thailand yang menjadi sarana pemasaran efektif dan efisien bagi di Thailand. “ di Thailand jarang berjualan di mal-mal. Tapi, mereka bisa hidup dan eksis di wadah Night Market. UKM itu tidak perlu berlama-lama untuk berjualan, empat saja cukup. Tapi, produk yang dijualnya harus mengandung unsur unik,” papar Tutum.

Tutum mengakui, selama ini di tingkat konsep pengembangan sudah sangat bagus. Hanya saja, terlihat lemah di tataran eksekusi. “Diperlukan sinergi lebih kuat lagi dari seluruh kementerian dan lembaga, dan lead-nya berada di Kemenkop dan UKM. Termasuk di dalamnya adalah akses terhadap bunga murah dan akses pemasaran,” kata Tutum.

Tindak lanjut dari itu, kata Tutum, harus mampu mengisi domestik. Terlebih lagi, menopang PDB nasional sebesar 55 prrsen. “Bila UKM kita mampu mengisi pasar domestik, saya jamin account defisit negara kita akan menurun. Artinya, UKM kita harus meningkatkan dan kualitas produk untuk mengisi pasar domestik,” kata Tutum.

Baca juga :  Review Rencana Kenaikan Harga Gas

Tutum menunjuk pemerintah Thailand, Jepang, dan yang selalu hadir dalam membangun dan mendorong maju dan berkembang, hingga menembus kelas internasional. “Kita belum seperti itu. Kita menjaga domestik saja masih setengah mati,” ucap Tutum.

Dalam kesempatan yang sama, pengurus Apindo lainnya, Yongki Susilo mengatakan, bahwa kehadirannya bertemu Menkop dan adalah untuk mengupdate tentang pertumbuhan kondisi di Indonesia.

“Saya katakan, dalam beberapa tahun terakhir, ada pelemahan pertumbuhan tingkat konsumsi masyarakat. Sudah ada rebound di 2018, namun kembali terhambat karena Pemilu. Dan sampai Kuartal III 2019 belum recovery,” ujar Yongki.

Yongki berharap, dengan adanya Kabinet Menteri yang baru, pada 2020 mendatang sudah akan terlihat adanya akselerasi pertumbuhan konsumsi masyarakat. “Dan kita harus mengurangi impor, agar defisit anggaran berkurang,” ucap Yongki.

Yongki mengakui, hanya perlu diimprove masalah kualitas, hingga bisa diserap oleh industri dalam negeri. “Kualitas kita tingkatkan hingga masuk ke level kualitas internasional. Kita juga harus mempelajari apa kebutuhan masyarakat di negara tetangga. Karena, saat ini merupakan Abadnya negara-negara Asia,” katanya.