Kembangkan UMKM, Kemenkop Jajaki Kerja Sama Dengan Bukalapak

, Indotimes.co.id – Kementerian Koperasi dan tengah menjajaki kerjasama dengan marketplace kondang dalam pengembangan usaha dan jaringan produk UMKM di Indonesia.

“Kami bersama Menteri Koperasi dan UKM sudah membahas bagaimana cara mengembangkan UMKM di Indonesia. Pasalnya, Bukalapak memiliki jutaan pelapak yang mayoritas merupakan UMKM,” kata Chief Strategy Officer Bukalapak Teddy Oetomo, usai menemui Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di ruangan Menteri Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (5/11).

Teddy pun memastikan bahwa pihaknya akan bekerjasama dan bersinergi dengan Kemenkop dan UKM supaya bisa membangkitkan usaha para pelapak di Indonesia. “Kita akan mengkaji lebih jauh lagi nantinya untuk masuk ke tahapan pembahasan ,” ujar Teddy.

Selain itu, Teddy juga memaparkan bahwa Bukalapak sudah banyak bermitra dengan lembaga keuangan dan dalam menyalurkan bantuan permodalan bagi para pelapak. “Itu sudah berjalan. Terlebih lagi, kita memiliki sekitar 1,2 juta warung dan kios binaan Bukalapak. Total kita ada sebanyak 2,5 juta UKM,” kata Teddy.

Baca juga :  Pemberdayaan UKM Jadi Kunci Pemerataan Ekonomi

Teddy juga mengakui, Bukalapak memiliki Big Data untuk mempermudah kerjasama dengan berbagai lembaga keuangan dan perbankan. Dan semua itu dilakukan secara . “Kita tertarik kerjasama dengan Kemenkop dan UKM karena memang jiwa kita adalah UKM,” kata Teddy.

Di samping itu, Teddy juga mengatakan, di Bukalapak rutin dilakukan pelatihan bagi para UKM yang menjadi mitranya. “Setiap tahun di 100 kota di Indonesia ada sekitar 500 event pelatihan yang dilakukan para pelapak senior bagi para pelapak junior. Semacam transfer knowledge dari senior ke junior,” ujar Teddy.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Victoria Br Simanungkalit menambahkan, Bukalapak memiliki Big Data yang bisa dimanfaatkan untuk mengkurasi produk UKM mana yang bisa didorong dengan cepat masuk ke melalui marketplace atau yang ada.

“Idenya kita akan berkolaborasi dengan marketplace, agar supaya 62 juta UKM bisa kita agregasi lebih cepat, dalam mengakses permodalan dan pemasaran. Hal itu nanti yang akan kita bahas lebih detail dan kongkrit,” ujar Victoria.