Pengrajin Songket Diminta Jangan Bergantung Bahan Baku Impor

PALEMBANG, Indotimes.co.id – Menteri Koperasi dan Teten Masduki menginginkan agar para pelaku UKM yang memproduksi kain dan di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya jangan terlalu tergantung pada bahan baku impor.

Menteri Koperasi dan Teten Masduki saat berkunjung ke pelaku UKM yang memproduksi dan yakni Fikri Collection Kota Palembang, Jumat (8/11) berdialog dengan pemilik yakni Fikri dan sejumlah karyawannya.

“Saya mendapati ternyata bahan baku untuk dan 60-70 persennya masih impor,” kata Teten.

Material seperti benang emas yang menjadi elemen penting dalam sebagian besar masih diimpor dari Thailand dan China.

Oleh karena itu, Teten mengusulkan dan mengupayakan jalan keluar dengan beberapa langkah yang telah dilakukan misalnya di Mongolio dimana ada di negara itu yang membudidayakan ulat sutera dengan memberinya makanan berupa tanaman jenis tertentu sehingga mampu menghasilkan kokon berwarna emas.

Baca juga :  Pertumbuhan Pariwisata Harus Menjaga Kearifan Lokal

Hal seperti itu, kata dia, dapat direplikasikan di Indonesia sehingga konten lokal untuk bahan baku dan dapat diperbesar.

Teten Masduki menegaskan akan membangun yang kondusif bagi para pelaku di tanah air sehingga ketika produksi sudah terbentuk dengan baik pengembangannya bisa semakin mudah dan cepat.

Pada kesempatan itu, ia berdialog dengan pemilik galeri Fikri yang memulai usahanya sejak 1997 dan mencari tahu kendala yang dihadapi di lapangan.

Fikri mengajak Teten untuk melihat langsung produksi songket di galerinya yang kerap kali memakan waktu hingga tiga bulan untuk selembar kain.

Salah satu songket andalan Fikri adalah motif Naga Besaung yang cirinya adalah memuat banyak unsur warn emas dipadupadankan dengan warna-warna lembut seperi biru langit atau abu muda. “Ini terinspirasi dari budaya masa lalu karena juga banyak pengaruhnya dari budaya Tionghoa,” kata Fikri.

Baca juga :  Menteri Sosial Terima Audiensi Kelompok Kerja Komisi Nasional Disabilitas

Selain Naga Besaung ada pula motif cantik manis, yang tidak terlalu ramai, tidak terlalu banyak benang emas, biasa di pakai dalam kesempatan acara yang tidak terlalu formal. “Biasa dipakai di acara adat atau Medan,” ujar Fikri.

Harga selembar songket di galeri Fikri beragam ada yang Rp500.000, Rp1,5 juta, Rp35 juta, bahkan Rp75 juta yang proses pembuatannya sama sekali tidak menggunakan mesin, karenanya untuk satu pasang songket yang terdiri dari satu helai selendang dan bawahan, waktu pembuatannya bisa sampai tiga bulan.