JAKARTA, Indotimes.co.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI ) menjalin kerjasama membina atlet-atlet muda, khusus nomor akuatik. Kerjasama ini sebagai bagian dari upaya peningkatan prestasi olahraga Indonesia, khusus akuatik kedepannya.

Demikian kesepakatan yang terungkap dalam pertemuan jajaran elit KONI Pusat dan PB PRSI yang berlangsung di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11).

Kehadiran pengurus PB PRSI dipimpin langsung Ketua Umum PB PRSI Anindya N. Bakrie, didampingi Harlin Rahardjo (Waketum), Sarman Simanjorang (Waketum), Ali Patiwiri (Sekjen), Teguh Anantawikrama (Wasekjen), Reva Deddy Utama (Binpres), Zoraya Perucha (Kabid Humas), dan Agus Susanto (Humas).

“Kita mendapat kehormatan dengan kunjungan dari PB PRSI pimpinan Anindya Bakrie. Kita berbagi ilmu bagaimana meningkatkan pembinaan prestasi olahraga khususnya akuatik. Beliau menyampaikan perkembangan atlet akuatik, sedangkan kita KONI memberikan masukan supaya ke depan, akuatik menjadi cabang olahraga yang bisa menyumbang medali emas, setiap mengikuti multi event atau single event,” kata Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman yang didampingi Sekjen KONI Pusat Ade Lukman, seusai pertemuan.

Menurut Marciano pihaknya berharap PB PRSI bisa menyiapkan atlet-atletnya sedini mungkin dengan pola latihan yang baik. “Kita rindu bagaimana di renang satu atlet bisa dapat enam emas atau lebih. Seandainya Indonesia punya atlet seperti itu maka Indonesia bisa mendapat tempat terhormat. Saya berharap PRSI tidak berhenti dan terus meningkatkan pembinaan olahraga akuatik kepada masyarakat, supaya banyak yang menekuni renang,” ungkap Marciano.

Sebagaimana diketahui akuatik sendiri dihuni beberapa cabang olahraga yakni renang, loncat indah, polo air, renang artistik dan renang perairan terbuka serta renang master. Agenda terdekat adalah membahas SEA Games 2019 Filipina, PON 2020 Papua dan Olimpiade 2020 Jepang.

Ketua Umum PB PRSI Anindya Bakrie, dalam kesempatan itu menyatakan pihaknya membutuhkan peran KONI Pusat, untuk membangun prestasi akuatik Indonesia. Pertemuan dengan KONI Pusat sebagai hal yang penting, selain ajang silaturahmi karena PRSI merupakan bagian dari KONI Pusat, pertemuan ini juga sebagai kontribusi positif, terutama dalam upaya peningkatan prestasi akuatik di Indonesia.

Juga dipaparkan mengenai program jangka panjang PB PRSI, termasuk didalamnya program pengiriman atlet ke luar negeri, seperti ke Amerika Serikat.

“Tadi Ketum KONI juga berpesan untuk fokus pada yang muda. Kita juga sedang mencoba kepada para perenang muda untuk punya kesempatan sekolah di luar negeri seperti Amerika Serikat. Seperti para perenang senior sebelumnya. Dengan berlatih di Amerika Serikat bisa meningkatkan kemampuan baik dari segi mental dan juga jam terbang yang sangat kompetitif,” ucap pria yang akrab disapa Anin.

Anin berharap pada SEA Games 2019 Filipina para atlet mampu mengukir prestasi terbaik mereka, setidaknya mereka mampu melebihi raihan prestasi pada SEA Games sebelumnya. Pada SEA Games 2017 di Malaysia cabang olahraga akuatik mampu menyumbangkan 25 medali untuk Indonesia dengan rincian 4 emas, 11 perak, dan 10 perunggu.

“Untuk SEA Games 2019 di Filipina, kita mengirimkan 13 perenang, 13 atlet polo air putra, dan tiga atlet loncat indah. Mereka sudah berusaha yang terbaik dalam menyiapkan segalanya untuk bisa menyamai pencapaian prestasi 2 tahun lalu,” pungkas Anin.