Program Digitalisasi Koperasi Disambut Baik

JAKARTA, Indotimes.co.id – Pengurus menyambut baik komitmen pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM () yang terus mendorong agar koperasi-koperasi di Indonesia bisa go digital.

Sebab digitalisasi koperasi saat ini merupakan sebuah tuntutan karena sudah memasuki revolusi industri 4.0. Koperasi yang tidak mau mendigitalisasikan dan produknya diyakini tidak akan bersaing.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Sejati, Ceppy Yana Mulyana, usai bertemu dengan (Menkop), Teten Masduki di kantornya, Jakarta, Rabu (20/11).

Menurut dia, Teten sebagai Menkop yang baru menaruh perhatian lebih agar koperasi bisa mulai melek teknologi sehingga kualitas layanannya meningkat.

Ceppy menyatakan bahwa pemerintah melalui Kemenkop dan UKM sudah menyatakan siap membantu dan mendukung upaya-upaya digitalisasi koperasi.

Menurutnya, Teten memastikan bahwa Kemenkop dan UKM tidak hanya akan menjadi regulator saja namun juga akan menjadi fasilitator sehingga akan terjun langsung ke lapangan untuk membantu koperasi yang ingin go digital.

Baca juga :  Kemenkop UKM Bentuk JFPK Awasi Koperasi

“Nah dengan begini, di awali dengan hal yang baik dan dengan pertemuan seperti ini mudah-mudahan ada kelanjutan agar kita bisa mencapai goals yang kita harapkan,” ujar Ceppy.

KSP Sahabat Mitra Sejati sendiri mengaku sudah merasakan manfaat dari ujicoba digitalisasi yang sudah dilakukannya. Saat ini dengan anggota sekitar 6.000 anggota mulai dimudahkan dengan layanan digital tersebut. Proses transaksi simpan pinjam di KSP ini semakin mudah dan cepat. Dijelaskan Ceppy bahwa perbaikan layanan ini tidak lepas dari dukungan Kemenkop dan UKM.

“Saat ini kita punya produk simpanan yang kita sebut dengan produk “SOBATKU” atau simpan sahabatku. Itu menjadi produk digital yang kita harapkan bisa bermanfaat bagi anggota kami yang jumlahnya ribuan,” ujar Ceppy.

Sementara itu, CEO (KODI), Indra Sumahamijaya, menambahkan bahwa dengan melihat manfaat dari digitalisasi seperti yang dimiliki KSP Sahabat Mitra Sejati tersebut, pelaku koperasi yang masih berpikir tradisional seharusnya mulai berubah.

Baca juga :  Kemenkop dan UKM Perkuat Satgas Pengawasan

Pasalnya dengan perkembangan teknologi yang pesat sudah semestinya koperasi juga adaptif dan dinamis dalam merespons berbagai perkembangan terbaru di tengah masyarakat. Jika hal itu dinafikkan dengan sendirinya koperasi akan kehilangan anggotanya.

Untuk memudahkan digitalisasi sebuah koperasi, KODI menawarkan sebuah solusi melalui platform kodi.id. Dengan menggunakan platform KODI yang dibangunnya ini, kata Inra, akan mendorong koperasi baik simpan pinjam atau koperasi serba usaha lainnya bisa lebih berdaya saing. Di dalam platform tersebut sudah disiapkan template-template tertentu yang bisa memudahkan koperasi mendigitalisasi semua produk dan layanannya.

“Jadi kita ini semacam fasilitator untuk mendigitalisasikan koperasi dengan teknologi agar koperasi bisa lebih transparan, bisa terjangkau tanpa harus mengembangkan sendiri. Di sana (kodi.id) Sudah ada templatenya,” tutur Inra.

Saat ini setidaknya sudah ada 30 koperasi di Indonesia yang telah memanfaatkan layanan kodi.id. Inra berharap dengan dukungan dari Kemenkop dan UKM akan semakin banyak koperasi di Indonesia yang tersadarkan untuk segera mendigitalisasikan koperasinya terlepas menggunakan platform kodi.id atau tidak.

Baca juga :  Sempat Terpuruk, Kini Produk Tas Tanggulangin Tembus Pasar Ekspor

“Untuk kita ingin endorsement dari pak Menteri (Teten Masduki) dan juga dukungan seperti yang kita butuhkan berupa izin dari beliau agar kodi ini bisa scale up. Sebab kita akan membangun program workshop di beberapa kota di Indonesia, nah tentunya harus izin dari beliau juga,” ujar Inra.