JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bersama 20 perguruan tinggi negeri (PTN) dan belasan perguruan tinggi swasta (PTS) tahun ini 2019 menggelar program Digital Talent Scholarship.

Program ini dijalankan untuk membidik dan mendidik mahasiswa berbakat di bidang teknologi informasi dengan empat spesialisasi kemampuan untuk selanjutnya mengisi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi di beragam sektor dunia usaha.

Empat kemampuan yang diberikan kepada mahasiswa peserta program ini adalah big data analytics, artificial intelligence atau kecerdasan buatan, machine learning, Internet of Things (IoT) dan cyber security.

Salah satu PTS yang digandeng Kominfo sebagai mitra penyelenggaraan Digital Talent Scholarship ini adalah Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta.

Dekan Fasilkom UMB, Dr. Mujiono Sadikin, MT. CISA., CGEIT. mengatakan, tahun ini pihaknya sudah dua kali menyelenggarakan program Digital Talent Scholarship.

Program pertama dijalankan bulan Juli-Agustus 2019 dengan 100 perserta dan fokus mengedukasi tentang machine learning.

Program kedua dijalankan di bulan Oktober-November untuk 4 bidang pengetahuan sekaligus dengan total 200 peserta. Masing-masing 50 peserta untuk setiap topik yang diberikan, yakni  big data analytics, artificial intelligence atau kecerdasan buatan, machine learning, Internet of Things (IoT) dan cyber security.

Peserta program Digital Talent Scholarship batch II di Kampus Universitas Mercu Buana, Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

“Digital Talent Scholarship ini merupakan program Kominfo untuk mendapatkan SDM bertalenta di bidang IT karena saat ini ada gap antara kebutuhan dunia industri dan pasokan SDM lulusan dari perguruan tinggi,” kata Mujiono Sadikin.

“Ada 400 ribu kebutuhan engineers setiap tahunnya dari dunia industri. Sementara, perguruan tinggi hanya bisa menyuplai 200-300 ribu per tahun. Sebagai penanggung jawab program ini adalah Balitbang Kominfo, sebagai pelaksananya adalah perguruan tinggi. “Mereka mengaajak PTS dan PTN karena memiliki tenaga pengajarnya,” jelas Mujiono.

Program ini pada dasarnya dijalankan dalam 3 konsep.Yakni, Fresh Graduate Academy (FGA_ untuk alumni S1 dan vocational untuk lulusan SMK serta Coaching Academy untuk para guru agar selanjutnya bisa melatih siswa-siswanya.

“Mahasiswa yang mendaftar program ini bisa dari mana saja, semua boleh mendaftar tapi tetap ada seleksi.  Pengajar dari kami, dosen di Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Komputer,”jelasnya.

Ia menjelaskan, total pelatihan diberikan dalam 36 kali tatap muka dengan 4 jam per pertemuan.

Di akhir program peserta wajib mengikuti evaluasi berupa ujian tengah semester ujian akhir semester dan final project assignment.  “Respon luar biasa da rata-rata bisa menyerap materi kami,” kata Mujiono.

Peserta yang mengikuti program ini gratis dan peserta mendapat uang saku Rp 1,5 juta selama pelatihan, snacks dan seminar kit serta sertifikat pelatihan.

Total ada 2 pengajar setiap 1 kelas dan Universitas Mercu Buana menyiapkan total 8 pengajar. Lebih dari 50 persen peserta program ini berasal dari mahasiswa Universitas Mercu Buana.

“Setelah lulus kami fasilitasi mereka masuk bekerja di industri, kita datang kan industri dan langsung buka booth dan merekrut mereka. Kominfo. Juga membuka portal Simonas untuk mempertemukan para alumni program ini dengan sektor industri. Karena kebutuhan tinggi hampir semua nya pasti akan terserap di dunia kerja,” ujarnya.

Tahun depan program ini masih akan dilanjutkan. “Yang saya dengar, Kominfo masih menunggu persetujuan anggaran dari Kementerian Keuangan. Program ini sejalan dengan arh pemerintah fokus ke pengembangan SDM yang terampil dan siap berkompetisi,” ungkapnya.

Mujiono menegaskan, melalui program semacam ini Kominfo ke depan bisa menyusun standar kompetensi pekerja di bidang teknologi informasi.

Loading...