JAKARTA, Indotimes.co.id – Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi telah memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pelatih berusia 49 tahun ini diperkenalkan kepada media, oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor,Jawa Barat, Sabtu (28/12).

Shin Tae-yong dikontrak 4 tahun oleh PSSI, dengan tugas utama menangani Timnas Indonesia Senior dan Timnas Indonesia U-20 untuk Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

Shin Tae-yong juga mendapat tugas tambahan, yaitu membantu pengawasi para pelatih Timnas Indonesia U-16, U-19, dan U-23. Di mana, ia menjabat manajer pelatih, jabatan di atas pelatih kepala.

Namun Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memastikan pelatih asal Korea Selatan, tetap akan fokus melatih Timnas Indonesia senior dan U-20 selama empat tahun ke depan.

“Dia akan melatih Timnas Indonesia senior dan U-20. Namun, dia juga ingin memantau perkembangan timnas level usia seperti U-22 dan U-16. Seperti menjadi manajer lah untuk di U-19 dan U-22,” kata Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan dalam sesi perkenalan Shin Tae-yong.

Menurut nya yang pertama Shin Tae-yong akan fokus ke senior, karena kalau senior bagus akan berpengaruh ke tim yang ada di bawahnya. Tapi dia juga melihat potensi di U-22 dan U-19. “Karena Shin Tae Yong bilang Indonesia punya potensi di U-22 dan U-19, sehingga era keemasan kita bisa muncul empat tahun ke depan,” ungkap Iwan Bule.

Iwan Bule menambahkan, Shin Tae-yong juga akan memantaui langsung cikal bakal pemain usia dini yang bertalenta. “Tentu, selama empat tahun di Indonesia, dia bisa melihat pemain-pemain U-20 yang bertalenta, yang punya kemampuan skill dan bisa dipoles tekniknya,” jelasnya.

Pada perkenalannya, Shin Tae-yong, juga membeberkan program untuk Timnas Indonesia. Mantan pelatih Timnas Korea Selatan, secara tegas tidak akan memilih pemain yang egois, dia lebih mengutamakan kriteria pemain yang mampu berbain baik secara tim.

Menurutnya tak melulu soal kemampuan individu yang menjadi fakor utamanya, justru pemain yang memiliki semangat yang bagus dan mental yang kuat akan menjadi pilihannya.

Shin Tae-yong juga tak mempermasalahkan keberadaan pemain naturalisasi. Sepanjang pemain yang dipilih nanti tidak memiliki sifat egois dalam tim, siapun bisa memperkuat Timnas , dengan kemampuan fisik dan dispiin yang tinggi.

“Tapi tidak akan terpilih jika egois dan tidak ada mental untuk bermain demi Indonesia. Karenan saya butuh pemain yang rela berkorban untuk timnas. Jika pemain rela mengorbankan dirinya pasti bisa terpilih. Selain itu tentu harus punya mental dan semagat yang tinggi,” tandas Shin Tae-yong.

Dalam waktu dekat ini, tugas berat menanti Shin Tae-yong pada tahun 2020. Pertama, memastikan Indonesia bisa meraih kemenangan di tiga laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022 menghadapi Thailand, Uni Emirates Arab (UEA), dan Vietnam di laga penutup.

Selain didampingi staf pelatih dari Korea Selatan, Shin Tae Yong juga akan memiliki asisten pelatih lokal dari Indonesia. PSSI belum menyebut secara pasti siapa sosok asisten pelatih tersebut.

Meski demikian, Shin Tae Yong dalam sesi konferensi pers berulang kali menyebut telah berdiskusi dengan Indra Sjafri yang terakhir bertugas sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2019 Filipina.

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, mengungkapkan pihaknya baru akan mengumumkan susunan kepelatihan Timnas Indonesia setelah Shin Tae Yong kembali ke Indonesia pada 6 Januari mendatang.

“Nanti setelah dia datang tanggal 6 Januari baru akan diberitahukan siapa saja staf kepelatihannya. Setelah itu, dia akan menganalisis dan membuat program untuk memilih pemain yang bakal dipanggil ke Timnas Indonesia senior dan U-20 pada 13 Januari 2020 mendatang,” pungkas Tisha.