JAKARTA  (Indo Times) – Dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, serta mewujudkan World Class University, berbagai upaya dilakukan oleh Universitas Mercu Buana (UMB). Salah satunya dengan menggelar pelatihan asesor kompetensi. Pelatihan ini berlangsung mulai hari ini, hingga 4 hari kedepan, di Auditorium Prof. Harun Zein, Universitas Mercu Buana. Kemudian akan dilanjutkan dengan penyusunan materi uji kompetensi pada 27 hingga 28 Januari 2020.

Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dra. Henny SW, M.Si, menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMB. Menurutnya, sistem sertifikasi nasional akan bisa dilaksanakan bila memiliki standar kompetensi melalui uji standar dibidangnya. Apalagi pelatihan dan uji kompetensi tersebut dilakukan secara mandiri.

“Di LSP ini memiliki 17 skema, dimana masing-masing skema wajib memiliki asesor. Hari ini dilatih untuk menambah asesor,” tegas Henny.

Ia mengatakan, BNSP hadir karena mendapatkan mandat dari Undang-Undang untuk melaksanakan uji kompetensi dan dibantu oleh LSP yang merupakan bagian BNSP. Sehingga nantinya asesor UMB menjadi bertambah dalam rangka mewujudkan SDM unggul.

“Kami berharap semua mahasiswa bisa ikut. Meski tidak wajib namun merupakan tuntutan agar memiliki kompetensi dilengkapi dengan sertifikat,” katanya

Sementara itu, Ketua LSP, Drs. Marwan Mahmudi, M.Si menjelaskan, pelatihan asesor yang digelar hari ini merupakan bagian kedua, setelah sebelumnya dilakukan 2018 lalu. Menurutnya, 24 peserta yang ikut merupakan dosen tetap yang bukan pejabat struktural dengan masa kerja 2 tahun dan memiliki keahlian dibidang tertentu serta berpendidikan S2.

“Pelaksanaan mulai hari ini hingga 24 Januari 2020. 4 hari latihan 1 hari ujian. Kemudian akan dilanjutkan 27 dan 28, calon asesor harus mengkompilasi pelatihan tersebut, sebelum mendapatkan sertifikat,”ujar Marwan.

Ia mengakui, saat ini UMB memiliki total 44 asesor, 24 mengikuti pelatihan secara mandiri dan sisanya dilatih langsung oleh BNSP.

“Jika hari ini kompeten semua maka akan ada 68 asesor,” kilahnya.

Marwan menjelaskan, kebijakan Universitas menuju world class university, semua lulusan UMB harus memiliki sertifikat kompetensi, agar mereka mumpuni, baik dalam hal akademik maupun skill. Karena tuntutan dunia kerja makin kompetitif dan membutuhkan skill spesifik.

“Hasilnya akan dirasakan ketika memasuki dunia kerja. Mereka akan mampu bersaing dibanding kampus lain, dengan tuntutan yang makin selektif,” tambahnya.

Ditargetkan pada tahun ini, UMB akan dilakukan uji asesor bagian 3. Dari 100 orang, minimal 2 wajib menjadi asesor, untuk dapat memenuhi aspek pengujian bagi mahasiwa.

Loading...