Gandeng Kreavi, Kemenkop Percepat UMKM Naik Kelas

JAKARTA, Indotimes.co.id – Keinginan Presiden Joko Widodo untuk mengangkat UMKM agar naik kelas, terus mendapat respon aktif dari Kementerian Koperasi dan UKM. Kali , kementerian yang dikomandoi Teten Masduki itu menggandeng , sebuah wadah ekonomi kreatif beranggotakan 55 ribu orang yang berprofesi sebagai desainer, ilustrator, dan fotografer dan tersebar di 41 kota di Indonesia.

“Ini bukti bahwa kita terbuka untuk berkolaborasi dengan banyak pihak, untuk mewujudkan Gerakan ,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki usai menerima CEO Kreavi Motulz Anto dan Staf Khusus Presiden RI Putri Tanjung di Jakarta, Selasa (21/1).

Teten menambahkan, wadah ekonomi kreatif yang digawangi Motulz dan Putri Tanjung itu sebelumnya sudah banyak melakukan kegiatan peningkatan kualitas dan sudah terhubung dengan media sosial internasional. “Dengan begitu, diharapkan akan ada percepatan UMKM Naik Kelas,” ujar Teten.

Pihaknya akan menetapkan lima destinasi unggulan sebagai prioritas, dengan mengembangkan lima produk UMKM unggulan dari masing-masing destinasi tersebut. “Produk-produk unggulan itu diantaranya wisata alam, souvenir, menyuplai supplier untuk , restoran, dan kafe. Termasuk homestay akan kita kembangkan hingga produk seni pertunjukan,” ujar Teten.

Baca juga :  Manajemen UMKM Perlu Penataan

Untuk itu, lanjut Teten, ada dua wilayah yaitu Banyuwangi dan Jawa Barat (Sukabumi dan Tasikmalaya) yang akan dijadikan sebagai pilot project. Dan yang diprioritaskan adalah yang memiliki Pusat Usaha Terpadu (PLUT) KUKM. “Kalau di daerah itu sukses, maka akan kita replikasi untuk daerah lain. Dan kita akan terus mencari model untuk percepatan UMKM Naik Kelas. Apalagi, kita memiliki 71 buah PLUT di seluruh Indonesia,” ujar Teten.

Sementara CEO Kreavi Motulz Anto menjelaskan, pihaknya akan menyentuh UMKM dari sisi kualitas produk dan kemasan. “Langkah ini merupakan ide Putri Tanjung yang ingin agar UKM mendapat sentuhan kreatif dengan melibatkan banyak anak muda desainer”, kata Motulz.

Terkait UKM-nya, lanjut Motulz, akan dipilih dan ditentukan pihak . “Kita akan membantu UMKM, apakah mau dimulai dari produknya atau daerahnya yang akan diangkat, kita akan susun strategi dan mekanismenya dengan melibatkan banyak anak muda. Itu program jangka pendek yang akan kita lakukan,” kata Motulz.

Baca juga :  Kemenkop dan UKM Luncurkan Program Belanja di Warung Tetangga

Motulz mencontohkan, di Tasikmalaya ada perajin dengan produk hijab dan kerudung, sedangkan di Banyuwangi banyak dihuni perajin manik-manik dan . “Itu dulu yang akan kita coba. Di Jabar, kita ingin mengajak anak muda yang dari Jabar, dan nanti di Banyuwangi mengajak anak muda yang ada di dekat sana,” kata Motulz.

Bagi produk UKM yang sudah banyak repeat order, pihak Kreavi akan membangun satu induk yang membawahi produk-produk UKM itu. “Di atas itu, bila ada UKM yang ingin memiliki brand sendiri, ini akan kita bantu. Tapi, sebelumnya, akan kita benahi dulu kualitas kemasannya agar bisa masuk toko bahkan ekspor,” kata Motulz.

Peluang Terbuka

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden, Putri Tanjung mengatakan, peluang anak muda menjadi sangat terbuka lebar. Banyak bidang usaha yang dikerjakan, terlebih lagi di kreatif. “Industri kreatif lagi seru-serunya. Sekarang anak muda melek dengen produk dalam negeri. Mereka anak-anak muda yang kreatif dan dan inovatif dalam menciptakan produk-produknya,” kata Putri.

Baca juga :  Kemenkop Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah di Kalangan Mahasiswa

Menurut Putri, anak muda yang terjun ke dunia enterpreneur sebenarnya adalah orang-orang kreatif hanya butuh mentorship bagaimana membuat model bisnis yang benar.

Secara khusus, Putri memberi pesan terhadap anak muda yang terjun ke dunia entrepreneur, agar membangun kreativitas. “Di era dan media sosial, pelaku usaha harus adaptif, mau berubah dengan perkembangan yang sangat cepat,” ungkap Putri.

Satu hal yang ditekankan juga, membangun bisnis butuh proses, tidak ada yang instan. “Membangun bisnis is never ending, lari marathon, bukan sprint,” tegas Putri.

Acapkali kegagalan harus dihadapi, namun Putri meminta agar anak muda tidak menyerah. Hal ini yang dinilainya kerap jadi sandungan bagi anak muda yang terjun di dunia entrepreneur, banyak anak muda yang tidak mau melalui proses ini. “Selain itu, agar anak muda membangun jejaring. Sebab, dari jejaring dapat diperoleh berbagai sumber daya seperti permodalan,” ujar Putri.