JAKARTA, Indotimes.co.id – Pertarungan dahsyat terjadi pada laga perebutan gelar One Pride Mixed Martial Arts Fight Night 36 yang berlangsung Sabtu (15/2) malam di Tennis Indoor Senayan Jakarta. Duel yang mengusung tema Jungle of The Warriors ini berlangsung dalam tensi tinggi dan penuh teknik memunculkan para jawara baru One Pride Mixed Martial Arts (MMA).

Pada partai utama di kelas flyweigh, Rama Supandhi menjadi juara baru, merebut tahta dari “Becak Lawu” Suwardi dengan kemenangan tehnik kuncian leher belakang (Rear Naked Choke) pada ronde ketiga.
Pria kelahiran Los Angeles mampu menunjukan lehebatanya dalam tehnik kuncian, yang memaksa snaga jawara bertahan Suwardi kewalahan sepanjang duel seru ini.

Namun memasuki ronde ketiga, tepatnya saat menit 3:11 Rama dengan cepat membawa permainan ke bawah dan mengakhiri perlawanan Suwardi dengan transisi dari ground and pound ke Rear Naked Choke.

Keberhasilan Rama merebut sabuk juara kelas flyweigh ini, sekaligus menebus penantian panjangnya menjadi yang terbaik diajang One Pride MMA. Maklum Rama dijawbalkan bertarung melawan Suwardi pada Agustus 2019 lalu, namun karena dirinya mengalami cedera, pertarungan tersebut tertunda, dan baru terwujud kali ini.

Sebaliknya bagi Suwardi kekalahan yang dialaminya ini, sekaligus mengubur ambisinya meraih sabuk juara abadi kelas flyweigh One Pride MMA, karena dia telah dua kali mempertahankan gelar juara yang disandangnya itu.

Menanggapi keberhasilannya merebut sabuk juara dari tangan Suwardi, Rama mengakui pertandingan tadi sangat ketat dan berat. “ Tentu ke depannya saya harus berlatih lagi agar bisa mempertahankan sabuk juara ini,” ujar Rama, seusai pertarungan.

Pertarungan dahsyat juga terjadi pada perebutan gelar juara kelas lightweight, antara sang juara bertahan Jeka Saragih menghadapi sang penantang “ The Hitman “ Angga.

Jeka saragih yang berambisi mempertahakan sabuk juara yang kelima kalinya ini, kali ini mendapat batu sandungan. Bahkan fighter tangguh asal Simalungun Sumatera Utara ini, harus melepas gelar yang disandangnya itu lewat pertarungan seru selama empat ronde.

Lewat pertarungan ketat, mengandalkan tehnik kuncian tinggi kedua fighter tangguh ini, berusaha menundukan lawannya. Namun memasuki ronde keempat, melalui tehnik kuncian leher belakang, Angga memaksa Jeka Saragin menyerah.

Angga menjadi juara baru kelas lightweigh One Pride MMA, sekaligus menghentikan langkah Jeka Saragih mempertahankan sabuk gelar yang kelima kalinya, setelah merebut gelar juara dari tangan Ngabdi Mulyadi pada bulan April 2017 silam.

“Saya mendapatkan sabuk ini karena kepercayaan One Pride memberikan saya kesempatan untuk terus bertanding. Perjalanan karir saya di One Pride lumayan bagus dan saya juga belajar disiplin bela diri lain.” kata Angga, pria kelahiran Sukabumi Jawa Barat, seusai pemasangan sabuk juara oleh Ketua Umum KOBI, Ardiansyah Bakrie.

Ketua Umum Komite Olehraga Beladiri Indonsia (KOBI) Ardiansyah Bakrie, mengaku senang dan bangga atas munculnya juara baru pada ajang One Pride ini.

“Tahun baru ada dua juara baru. Itulah MMA kita tidak bisa menebaknya yang terbaik yang akan jadi pemenangnya. Tandanya petarung-petarung kualitasnya makin merata dan ini hal yang baik juga membuktikan begitu susahnya untuk mendapatkan sabuk abadi di One Pride” kata Ardy sapaan akrab Ardiansyah Bakrie.

Sementara itu pada pertarungan non gelar kelas kwelterweight antara Alwin Kincai melawan Windri Patilima, akhirnya menjadi milik Windri dengan kemenangan angka. Ini kekalahan ketiga secara beruntun yang dialami Alwin.

Sedang pertarungan non gelar lainnya di kelas kelas lightweight antara Zainal Abidin menghadapi Alfons akhiurnya dimenangkan Zainal Abidin dengan kemenangan angka mutlak atas Alfons.

One Pride MMA adalah promotor MMA terbesar di Indonesia dengan lebih dari 200 laga per tahun serta menghadirkan 300 petarung dari 50 klub yang tersebar di Indonesia. Untuk berita terbaru terkait One Pride MMA, silakan kunjungi www.onepride.net, ikuti kami di Twitter @OnePrideTVOne, Instagram, Youtube, dan FB di @OnePrideIMMA.

Loading...