BEKASI – Pada Sabtu (04/04) Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI menyalurkan 6.700 paket sembako untuk klaster anak dan penyandang disabilitas, kemudian di hari Minggu (05/04) sebanyak 5.650 paket sembako disalurkan untuk klaster lanjut usia, korban penyalahgunaan Napza serta tuna sosial dan korban perdagangan orang. Total 12.350 paket sembako telah terdistribusi kepada seluruh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Se-Jabodetabek.

Ditjen Rehsos telah menyiapkan 12.350 paket sembako yang dibagikan kepada 5 klaster rehabilitasi sosial. Sebanyak 6.000 paket untuk klaster anak, 700 paket untuk klaster penyandang disabilitas, 5.200 paket untuk klaster lanjut usia, 150 paket untuk klaster korban penyalahgunaan Napza dan 300 paket untuk klaster tuna sosial dan korban perdagangan orang.

Pada Sabtu (04/04) bantuan sembako sejumlah 6.700 paket telah didistribusi dengan rincian 6.000 paket untuk 276 LKS Anak dan 700 Paket untuk 22 LKS penyandang disabilitas. Sejumlah 5.650 paket sembako hari Minggu (05/04) disalurkan dengan rincian 5.200 paket sembako didistribusikan kepada 114 LKS lanjut usia, 150 paket didistribusikan kepada 11 LKS korban penyalahgunaan Napza dan 300 paket didistribusikan kepada 11 LKS tuna sosial dan korban perdagangan orang. Bantuan sembako ini berupa paket lauk pauk, makanan anak dan makanan siap saji.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat mengungkapkan keprihatinannya terhadap masyarakat dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. “mereka kesulitan mengakses sembako dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Paling tidak Kemensos ikut berbagi meringankan beban yang mereka alami,” ungkap Dirjen Rehsos.

Sesuai dengan tagline Kemensos Hadir yaitu Humanis, Adaptif, Dedikatif, Inklusif dan Responsif, penyaluran bantuan sembako ini merupakan bentuk respon Kemensos terhadap dampak dari pandemi Covid-19. Kemensos juga memastikan bahwa kelompok-kelompok rentan mendapat perhatian khusus.

Harry Hikmat bersyukur semua bantuan sembako dapat terdistribusi dengan cepat. “Kami bersyukur, bantuan sosial telah terdistribusi ke panti sosial/LKS atas dukungan penuh Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (Dit. PSKBA) dari Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Ditjen Linjamsos), tentu dengan persetujuan Bapak Menteri Sosial, Juliari P. Batubara,” ucap Dirjen Rehsos.

Salah satu penerima bantuan yaitu dari LKS Al Muanah Paskam Jakarta mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah Kementerian Sosial Hadir, bantuan ini sangat bermanfaat bagi orang yang tidak mampu dan hidup serba kekurangan,” kata Uum. Uum menambahkan, dirinya akan segera menyalurkan kepada warga yang menjadi binaan lembaganya.

Penyaluran bantuan sembako kali ini berbeda dari biasanya. Mekanisme penyaluran bantuan pada kondisi pandemi Covid-19 mengedepankan prinsip physical distancing. Selain itu, tim penyaluran bantuan pun menggunakan atribut yang tidak biasa, yaitu menggunakan alat pelindung diri berupa masker dan sarung tangan. Hal ini dilakukan demi meminimalisir risiko penyebaran Covid-19.

Loading...