JAKARTA, Indotimes.co.id – Indonesia kembali kehilangan lagenda olahraga terbaiknya, mantan perenang nasional Lukman Nioede meninggal dunia, dalam usia 58 tahun. Pria yang akrab disapa Lucky itu meninggal dunia pada Jumat (17/4), sekitar pukul 12.58 WIB, seteleh menderita sakit dan dirawat di RS Pelni Jakarta.

Lukman Niode merupakan mantan perenang terbaik nasional, ASEAN, dan Asia era 1970-80an. Dia juga pernah tampil di semifinal Olimpiade 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia juga menyumbangkan dua medali emas untuk nomor 100 m dan 200 m putra pada SEA Games 1983 Singapura.

Lukman Niode memiliki prestasi luar biasa dilintasan kolam renang, di usia 13 dia mampu mempersembahna n 10 medali emas pada PON 1977 di Jakarta dan 7 emas pada PON berikutnya tahun 1980 di Jakarta.

Setelah lulus SMP Yayasan Perguruan Cikini pada 1979, Lukman neneruskan sekolahnya di Cypress High School, Los Angeles tahun 1981, kemudian melanjutkan kuliah di Golden West College, Los Angeles.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan dunia olahraga kembali kehilangan salah seorang putra terbaik bangsa atas meninggalnya mantan atlet renang Indonesia Lukman Niode.

“Sebagai pribadi maupun sebagai Menpora RI, Saya Zainudin Amali, sangat berduka atas berpulangnya sahabat baik saya Lukman Niode. Sahabat yang sepanjang hidupnya didedikasikan untuk olahraga,” kata Zainudin dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4).

Zainudin mengatakan bahwa pengabdian Lukman di dunia olahraga sangat luar biasa, baik saat dia masih menjadi atlet maupun setelah menjadi pengurus olahraga. Tak hanya mau menghabiskan hidupnya untuk olahraga, almarhum juga telah menorehkan berbagai prestasi baik di dalam maupun luar negeri untuk cabang olahraga renang.

Lukman Niode merupakan mantan perenang terbaik nasional, ASEAN, dan Asia era 1970-80an. Dia juga pernah tampil di Olimpiade 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia juga menyumbangkan dua medali emas untuk nomor 100 m dan 200 m putra pada SEA Games 1983 Singapura.

Kabar duka tersebut membuat Zainudin sebagai menteri sekaligus teman almarhum, mengaku sangat kehilangan. Almarhum selama ini, kata dia, banyak memberikan masukan untuk pengembangan olahraga di Tanah Air.
“Semoga tauladan yang sudah ditunjukkan oleh almarhum selama ini akan menjadi panduan bagi para atlet dan pengurus olahraga di Tanah Air. Selamat jalan sahabat,” ujarnya.

Ucapakan bela sungkawa juga disampaikan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, yang mengungkapkan meninggalnya Lukman memberikan duka mendalam bagi masyarakat olahraga Indonesia karena kehilangan perenang terbaik.

“Indonesia kehilangan salah satu atlet Renang Nasional yang telah mengukir sejarah atas capaian prestasinya yang sangat membanggakan,” ungkap Marciano, Jumat (17/4) dalam keterangan tertulisnya.

Marciano menambahkan walaupun sudah tidak menjadi atlet renang, hingga akhir hayatnya almarhum masih memiliki dedikasi untuk memajukan olahraga Indonesia.

Marciano juga mengapresiasi dedikasi Lukman di kancah olahraga Indonesia. “Terakhir, Lukman Niode masih mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan prestasi olahraga melalui KONI Pusat, sebaga Wakil IV Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, PP Pordasi dan tentunya Olahraga Renang Indonesia (PB PRSI),” tandas Marciano.

Selain menjadi pengurus KONI Pusat, Lukman juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal II Bidang Umum pada Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi).

Sebelumnya, Lukman sempat dikabarkan berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) COVID-19 dan menjalani perawatan di RS Pelni. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab Lukman Niode meninggal dunia.

Rencananya, jenazah Lukman Niode akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Jeruk Purut, Jakarta Selatan.