Kemenkop UKM Giatkan Gerakan Ayo Beli Sembako di Koperasi

JAKARTA, Indotimes.co.id – Kementerian Koperasi dan UKM menggalakkan Gerakan Ayo Beli Kebutuhan Pokok di Koperasi yang dimulai dari ASN di lingkup kementerian tersebut dengan melibatkan para pemasok koperasi dari berbagai wilayah di tanah air.

Bidang Produksi dan Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit mengatakan, untuk kampanye Gerakan Ayo Beli Kebutuhan Pokok di Koperasi melibatkan sebanyak 7 koperasi dan 1 asosiasi petani.

“Kami berharap gerakan ditindaklanjuti dengan skala yang lebih luas yang melibatkan lebih banyak koperasi,” kata Victoria dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (24/4).

Sebelumnya, pihaknya menggencarkan kampanye “Gerakan Ayo Beli Beras di Koperasi” yang dilakukan pada Jumat, 10 April 2020 (untuk pemesanan tahap I) dengan total beras sebanyak 2,25 ton.

Berlanjut pada Senin, 13 April 2020 (Pemesanan Tahap II) dengan total beras 2,15 ton.

Baca juga :  Kemenkop dan UKM Gencar Sertifikasi Produk

Saat melalui Gerakan Ayo Beli Kebutuhan Pokok di Koperasi, tidak hanya beras yang bisa didapatkan dan dibeli oleh konsumen yang sebagian besar adalah para ASN.

Sejumlah koperasi yang dilibatkan dalam program tersebut di antaranya Koperasi Tani Maju, Kabupaten Banyumas untuk pemasok beras, Koperasi Berkah Multi Generasi, Kabupaten untuk pemasok kentang dan olahan kentang, Koperasi Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung Barat untuk supplier dan buah-buahan, dan Koperasi Malabar, Kabupaten untuk supplier kopi.

Kemudian ada Asosiasi Petani Pisang Lumajang untuk supplier pisang mas kirana, KPMPS Lodra Mandiri, Kabupaten untuk masker kain nonmedis, Koperasi Unggas Sejahtera, Kabupaten Kendal untuk supplier telur, dan Koperasi Mina Rizki Abadi, Kota Jakarta Utara untuk supplier ikan.

Gerakan kata Victoria, merupakan salah satu langkah nyata untuk membantu koperasi perkebunan, pertanian, perikanan dan peternakan yang mengalami over supply.

Baca juga :  PIBI Ikopin dan Digital Youthpreneur Bangun UKM Online

“Ini juga upaya untuk membuka akses-akses baru dan mendorong ASN untuk menggunakan dan mencintai -produk KUMKM,” katanya.

Ia mengatakan melalui gerakan yang masif dan berkelanjutan diharapkan tujuan untuk menjadikan ASN sebagai “brand ambassador” dari KUKM bisa tercapai.

“Selain itu, gerakan ini juga membantu para ASN dalam pemenuhan stok kebutuhan menjelang bulan Ramadhan,” katanya,

Terdapat lebih dari 150 ASN di lingkup Kementerian Koperasi dan UKM yang telah memesan dari koperasi berupa beras, telur, ikan, mayur, buah-buahan dan kopi.

Tercatat pemesanan beras total 2,9 ton dengan harga Rp11.000/kg, pemesanan telur total 1,5 ton atau 750 tray dengan harga Rp44.000/tray, pemesanan buah dan sayuran dengan total lebih dari 259 kg, pemesanan ikan total 110 kg dengan variasi harga ikan antara Rp22.000-Rp29.000 perkilogram. Kemudian pemesanan kopi arabika dan robusta total 5,5 kg.

Baca juga :  Bakohumas Diajak Manfaatkan Medsos untuk Masyarakatkan Koperasi

Pelaksanaan dropping point barang akan dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2020 di kantor Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kegiatan ini nantinya akan tetap memberdayakan pengemudi ojek online untuk pengantaran barang pesanan konsumen yang jaraknya masih terjangkau dari dropping point,” kata Victoria.