Inilah Dampak dan Kontribusi Sektor Energi Di Tengah Pandemi

JAKARTA, Indotimes.co.id – Dalam rangka menyambut HUT yang ke-4 pada tanggal 16 Juni 2020, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) mengadakan beberapa rangkaian acara yang salah satunya  adalah Webinar “The Ensight”. The Ensight atau The Energy Insight disiarkan secara langsung pada kanal Youtube resmi PYC, Sabtu 6 Juni 2020 pukul 10.00 WIB, dengan menghadirkan dua mantan Menteri sebagai narasumber yaitu M. Chatib Basri dan Ignasius Jonan. Bagus Nugraha peneliti dari PYC menjadi moderator dalam webinar yang berdurasi dua jam ini dengan mengambil tema New (Energy) Normal, How Pandemic Reshapes Indonesia’s Energy Sector.

Ketua Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Filda C. Yusgiantoro, mengatakan, Webinar The Ensight bertujuan untuk ikut berkontribusi dalam mengembangkan pengetahuan tentang sektor energi.

“Tema yang dipilih berawal dari pembicaraan mengenai pandemik COVID-19 yang sedang melanda dunia saat ini dan bagaimana dampaknya pada sektor energi Indonesia,” katanya.

Baca juga :  Ekspansi Bisnis, PetroChina Bidik Downstream Migas

Menteri Keuangan tahun 2013-2014M. Chatib Basri menjelaskan, lockdown dan social distancing mengakibatkan pasar tidak eksis. Ini adalah by design. Perlindungan sosial harus diberikan karena pemerintah meminta masyarakat tinggal di rumah.

“Jadi, pandemi harus diatasi agar ekonomi jalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan pandemi yang terjadi tahun ini mengakibatkan demand shock dan supply shock. Chatib juga menyinggung bahwa pandemik ini bisa menjadi kesempatan melakukan subsidy reform di saat harga dan permintaan bahan bakar fosil turun, sehingga penghematan anggaran dapat dialokasikan ke masyarakat yang lebih membutuhkan, sekaligus pada akhirnya mendukung pertumbuhan energi bersih.

Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI periode 2016-2019, Ignasius Jonan menjelaskan, saat ini dunia sedang mengalami the new shock yang belum pernah dialami oleh sebagian besar orang. Menurutnya, kondisi normal secara penuh hanya bisa dicapai apabila vaksin telah ditemukan dan diimplementasikan secara global.

Baca juga :  PLN Teken Pendanaan 435 Juta Dolar AS untuk PLTG Mobile 500 MW

“Ketidakpastian kapan akan ditemukannya vaksin ini menjadi salah satu tantangan yang besar untuk dunia, ujarnya.

Jonan juga mengatakan tantangan yang lebih penting dari pandemik ini adalah transisi energi, yaitu dengan mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT) untuk keberlangsungan lingkungan. Jonan menilai transisi menuju energi bersih tidak boleh dihentikan meskipun terjadi pandemi karena pandemi ini hanya sementara.