JAKARTA, IndoTimes.co.id – Era baru yang sedang dibangun BKKBN adalah sebuah upaya untuk mengkondisikan terbangun dan tercapainya keluarga Indonesia maju di 2045, sebagaimana dicita-citakan oleh bangsa ini. Untuk itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan,  framing program BKKBN  telah “dicetak” ulang dengan format baru. Maka, menurutnya, menarik untuk dicermati adalah mengetahui upaya dan program apa saja dalam mewujudkan Keluarga Indonesia Maju dari berbagai sisi, seperti sisi pembangunan keluarga, pendidikan, politik hingga apa yang dibutuhkan generasi milenial dalam mewujudkan ‘mimpi’ tersebut.

“Dalam rangka menangkap apa dan bagaimana mewujudkan Keluarga Indonesia Maju yang diproyeksikan dicapai pada 2045, BKKBN bekerjasama dengan Komunitas Homeros dan mitra terkait, akan menyelenggarakan virtual seminar, dengan mengangkat tema “KELUARGAKU, INDONESIAKU, Menuju Era Baru Keluarga Indonesia Maju” pada hari Selasa Tanggal 18 Agustus 2020,” tegas Hasto Wardoyo, di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Menurutnya, acara webinar ini nantinya akan diikuti oleh beberapa narasumber seperti; Prof. Haryono Suyono; dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K); Rano Karno; GKR Mangkubumi; dan Ridwan Kamil.

Hasto menjelaskan, BKKBN bisa memaknai hari kemerdekaan yg ke 75 akan menjadi momentum bagi perubahan baru. BKKBN di era baru.

“Generasi baru dengan cara yang baru, ini betul-betul menjadi satu momentum menurut saya karena, rebranding yg kita lakukan di implementasikan di tahun-tahun yang akan datang. Oleh karena itu saya berharap betul di masa-masa yang akan datang dalam momen 75 tahun Indonesia ini  tidak hanya berubah dari sisi jingle, takeline dan logo tetapi juga mindsetnya harus berubah,” tegas Hasto.

Ia mengaku, peran BKKBN setelah 50 tahun, baru terasa-rasanya saat ini, karena bonus demografi masuk baru-baru ini yang nantinya terlihat di tahun 2024. Hasil ini merupakan kerja keras pendahulu-pendahulu dan seluruh jajaran BKKBN.

“Merefleksikan kerja keras pendahulu kita harus manfaatkan sebaik-baiknya dengan memaknai nilai-nilai luhur apa yang harus kita ambil,” ujarnya.

Kepala BKKBN menambahkan, kedepan pihaknya, akan mewujudkan era baru dengan memetakan persoalan harus bisa mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul untuk Indonesia maju.

“Misalnya apa yg kita harapkan dari pasangan usia subur yang baru, karena mereka adalah sasaran yg penting. Kelembagaan kita akan banyak perubahan karena BKKBN baru akan berubah baik struktural dan secara fungsionalnya. Kita akan memberikan kepada karyawan BKKBN agar dapat berkarir lebih cepat, tutur Hasto. Kesejahteraan itu penting dengan menaikkan level tunjangan yg masih dibawah lembaga yg lain. Kami mohon dukungannnya melalui Reformasi Birokrasi dengan score yang lebih baik,” tambahnya.