JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan pihaknya akan segera membangun labolatorium anti doping di Indonesia.

Menurutnya langkah tersebut sebagai komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung keberadaan lembaga anti doping internasional (WADA) maupun Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).

Hal tersebut disampaikan Zainudin Amali  pada virtual meeting dengan President of the World Anti-Doping Agency (WADA) Witold Banka yang bermarkas di Montreal, Kanada, Selasa (6/10).

Virtual meeting yang dilakukan  dari Ruang Rapat Lantai 10 Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpota)  Senayan Jakarta , Menpora didampingi
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, Ketua LADI Zaini Khadafi Saragih dan Sekretaris LADI Firtian Judiswandarta.

“Selamat kepada Mr Witold Banka yang terpilih sebagai Presiden WADA yang baru, dan terima kasih atas kepedulian terhadap Indonesia dengan memulai pertemuan penting ini,” kata Zainudin mengawali pembicaraannya.

Kepada Witold Banka, Zainudin menjelaskan komitmen Indonesia  terhadap lembaga anti doping, yaitu dengan meningkatkan  anggaran, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kami sampaikan bahwa rencana keuangan dukungan terhadap LADI meningkat sekitar 500 persen pada tahun 2021 dan selanjutnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang diantaranya akan digunakan untuk peningkatan jumlah test doping dan pembangunan labolatorium anti doping di Indonesia” ujarnya.

Adapun pertimbangan utama rencana pembangun laboratoium anti doping di Indonesia, karena selama ini untuk tes doping di Indonesia harus dikirim sample tes ke Luar Negeri dan itu biayanya mahal sehingga berpengaruh terhadap sedikitnya jumlah sample tes doping di Indonesia. “Ke depan dengan adanya labolatorium anti doping di Indonesia saya berharap jumlah tes doping akan meningkat signifikan” jelasnya.

Pada kesempatan iru,  kepada   Witold Banka, Zainudin mengatakan pemerintah dalam hal ini Kemenpora  sangat mendukung pelaksanaan program anti doping di Indonesia “Kami sangat mendukung program anti doping di Indonesia dan tidak mentolerir kasus doping sekecil apapun, jika ditemukan indikasi maka kami berkomitmen untuk memberikan sanksi berat kepada pihak-pihak yang terlibat” tegasnya.

Zainudin menambahkan, komitmen peningkatan jumlah tes doping dan rencana pembanguan labolatorium doping merupakan bagian dari keseriusan pemerintah dalam upaya bidding tuan rumah Olimpiade 2032″ tambahnya.

Karenanya, Menpora  sangat berharap tahun 2021, LADI bisa menjalankan program-program WADA untuk mengembangkan laboratorium doping di Indonesia. “Oleh karenanya kami terus bekerja keras dan berharap semua program WADA dapat dilaksanakan di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Witold Banka yang baru saja terpilih sebagai
Presiden baru WADA, mengapreasiasi pertemuan virtual dengan Menpora. 

Witold menambahkan pertemuan virtual ini dalam rangka mengajak berbagai pihak termasuk pemerintah Indonesia, untuk bersama-sama dan bersinergi dalam mengkampanyekan program anti doping.

Sedang Ketua LADI, Zaini Khadafi Saragih yang ikut dalam meeting menyambut baik dengan apa yang disampaikan oleh Menpora Zainudin Amali untuk membangun laboratorium anti doping di Indonesia.

Menurut Zaini, untuk saat ini jumlah labolatorium anti doping masih sangat terbatas khususnya untuk wilayah Asia.

“Diseluruh dunia hanya sekitar 30, di Asia Tenggara hanya 2 di Penang Malaysia dan di Bangkok Thailand, jadi kalau kita kirim sampel harus ke India, Qatar, atau Bangkok Thailand. Oleh karenanya saya menyambut baik dan mendukung apa yang disampaikan Menpora RI yang berencana membangun laboratorium anti doping di Indonesia,” pungkasnya.