JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memberi perhatian khusus untuk percepatan sepakbola Indonesia. Pihaknya berharap dengan terselenggaranya International virtual conference Indonesia Youth Football Development (IYFD), mampu melahirkan langkah konkret untuk kemajuan sepakbola Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan sebuah langkah konkret kami untuk mengimplementasikan Inpres No. 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Karena memang sudah saatnya persepakbolaan Indonesia berbicara banyak di dunia internasional dengan atlet-atlet yang memiliki kemampuan optimal dan dapat bersaing dengan para atlet sepakbola Internasional,” kata Zainudin, di Wisma Menpora Senayan, Jakarta, Rabu (4/11).

Inpres No 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional yang roadmapnya sudah ditandatangani Menko PMK menjadi panduan seluruh stakeholder pusat, daerah, dan masyarakat sebagi bagian keikutsertaan membangun prestasi sepakbola, termasuk penyelenggaraan kegiatan yang digagas IYFD ini.

Instrumen mendasar perlu diletakkan bila prestasi diharapkan mencapai tingkat tertinggi, yaitu desain pembinaan secara konsisten, struktur, sistematis, berkesinambungan, dan berjangka panjang. “Sudah seharusnya kita memiliki banyak talenta-talenta berkualitas, karena Indonesia merupakan sebuah negara besar yang memiliki hampir 270 juta penduduk,” ujar menteri asal Gorontalo ini.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pembinaan atlet harus dimulai sejak usia dini. Karena dari situ calon atlet dapat dibentuk secara karakter, fisik, hingga penguasaan teknik. Desain harus ada, tidak hanya sekedar mencari bibit-bibit yang tersebar diberbagai pelosok, namun bagaimana mewujudkan dengan jalur dan parameter yang dapat dipertanggungjawabkan.”Pembinaan harus dimulai usia dini dan dilakukan secara konsisten. Sekarang harus dimulai, jangan sampai berganti pemangku kepentingan berganti kebijakan, konsistensi sangat diperlukan,” ucapnya.

Harapan ke depan, dukungan anggaran diperlukan secara langsung, tidak hanya pada even-even tataran atlet senior, justru untuk even-even yang melibatkan atlet-atlet usia dini dan junior kian ditingkatkan serta diprioritaskan. “Sekarang dukungan anggaran memang masih pada DIPA Kemenpora, semoga nanti ada anggaran khusus untuk implementasi pelaksanaan Inpres No 3/2019. Dukungan untuk kejuaraan atlet-atlet usia dini ditingkatkan, tidak hanya pada tataran usia-usia yang sudah matang,” tandas Zainudin.

Sementara Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta menyampaikan kegiatan ini diharapkan bisa memberi input secara konkret untuk pembinaan sepakbola Indonesia. “Di acara ini kita tidak lagi bicara soal permasalahan-permasalahan sepakbola Indonesia. Kita sudah punya Inpres No 3 Tahun 2019, ini menjadi modal besar bagi kita semua untuk mengembangkan sepakbola Indonesia. Hari ini harus kita rumuskan dengan baik, sudah saatnya kita bermimpi dari lokal ke internasional,” tambahnya.

Acara Virtual Conference Indonesia Youth Football Development (IYFD) yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga memghadirkan legenda sepakbola Inggris yang juga mantan pemain Liverpool dan Manchester United Michael Owen, mantan pemain timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto, serta Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.