JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali membuka resmi secara virtual Musyawarah Nasional Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Munas PBSI) 2020. Dalam sambutannya Zainudin menegaskan hendaknya kepengurusan PBSI yang terbentuk nanti, dari hasil Munas ini fokus pada prestasi bulutangkis ke depannya.

Munas PBSI berlangsung selama dua hari 5-6 November 2020 di JHL Hotel, Serpong, Tangerang, Banten. Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Umum PP PBSI demisioner Jenderap (Pur) Wiranto, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, serta Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari juga hadir secara virtual.

Menpora berharap Munas PBSI 2020 bisa berjalan dengan lancar dan kondusif. Bagaimanapun juga PBSI adalah organisasi olahraga yang dinilainya patut menjadi contoh untuk cabor lain.

“PBSI adalah contoh organisasi dengan tata kelola yang bisa dicontoh cabang-cabang lain. PBSI bisa jadi benchmark, saya setuju, insyaallah Munas ini akan menghasilkan keputusan dan rekomendasi terbaik. Pemerintah menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru nanti,” kata Zainudin.

Zainudin, mengingatkan Munas PBSI harus tetap menjaga persatuan, keutuhan organisasi. “Namanya musyawarah, semua bisa dimusyawarahkan, tidak ada alasan terpecah, sekali ada pengkubuan, perpecahan, maka energi kita akan habis untuk mengurusi konflik. Organisasi olahraga bukan organisasi politik. Kita bikin teduh, tenang dan yang paling penting bagaimana memikirkan prestasi ke depan,” ucapnya.

Namun lebih dari pada itu, tambah Zainudin, yang terpenting harus diperhatikan PBSI adalah prestasi bisa dipertahankan di kepengurusan selanjutnya. Kalau bisa ditingkatkan sehingga kebanggaan kita sebagai warga negara Indonesia tercermin di prestasi olahraga.

Sementara itu Ketu Umum PP PBSI periode 2016-2020, Wiranto menyatakan harapannya agar forum munas kali ini dapat mengambil keputusan yang bijak dan cerdas untuk nantinya bisa dimanfaatkan untuk kepengurusan selanjutnya.

Menurut Wiranto dengan berakhirnya masa bakti pada tahun ini, dirinya tidak lagi mencalonkan diri sebagai ketua umum PP PBSI periode selanjutnya (2020-2024). “Pada munas kali ini dengan berat hati saya tidak lagi mencalonkan diri sebagai ketua umum, dengan pertimbangan ingin lebih fokus sebagai ketua Dewan Pertimbangan Presiden,” kata Wiranto.

Wiranto juga menegaskan PP PBSI tetap menyelenggarakan munas di tengah pandemi covid-19, tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan. Dimana sehari sebelum acara dimulai, seluruh peserta dan panitia penyelenggara Munas menjalani swab test dan hasilnya semua negatif covid-19, sehingga Munas tetap dijalankan sesuai dengan jadwal.

“Awalnya munas mau ditunda tahun depan karena pandemi, tetapi setelah kami pertimbangkan, kami tidak tahu kapan pandemi akan berakhir, ada waktu yang tidak bisa kita tentukan,” jelas Wiranto.
“Berdasarkan arahan dari Presiden Jokowi, bahwa kegiatan yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan dengan catatan memenuhi protokol kesehatan,” tandasnya.

Munas PBSI 2020 mengusung tema ‘Dengan Semangat Persatuan Nasional Menuju Puncak Prestasi Dunia’. Agenda Munas hari pertama adalah Sidang Pleno I dan II yang berisi Pembukaan Sidang, Laporan Dewan Pengawas, Laporan Pertanggungjawaban PP PBSI masa bakti 2016-2020 dan sebagainya.

Sedangkan agenda pemilihan ketua umum PP PBSI periode 2020–2024 akan dilangsungkan Jumat( 6/11)r, setelah laporan tim penjaringan bakal calon ketua umum.

Sejauh ini ada dua kandidat bakal calon ketua umum PP PBSI dalam Munas kali ini, yaitu Ari Wibowo mantan Ketua Pengprov PBSI Banten dan Agung Firma Sampurna Ketua BPK RI.