JAKARTA , Indotimes.co.id – Atlet putri kungfu tradisional Sasana Harmony Wushu Indonesia, Qyud Govin Quinebulani mengakui banyak pengalaman dan ilmu didapat dari Vitual Wushu Championship Seri II untuk kategori Kungfu Tradisional.

Karenanya Govin panggilan akrab Qyud Govin Quinebulani kini merasa lebih matang dalam menghadapi pertandingan yang akan dijalaninya.Tidak heran jika anak asuhan Gogi Nebulana, Gora Nebulana, Janice Nebulani, dan Melianny Nebulani tampil menjadi yang terbaik pada nomor tanding Wing Chun Mok Yan Jion A, B, C Putri.

Govin tampil begitu piawai dalam memainkan golok, toya, dan jurus tangan kosong pada pertandingan terakhir VWC Seri II, Jumat (11/12) menyumbangkan medali emas bagi Pengcab Wushu Kota Bogor dengan mengantongi 8,74 poin.

Kali ini Govin mengalahkan rekannya, Evangeline Sofie Cia yang harus puas meraih perak dengan 8,72 poin dan Olivia Katherine Gupta Aniani dari Jet Kun Do Shaolin Kungfu Temanggung, mendapat perunggu dengan 8,71 poin.

Meski sukses meraih emas, namun Govin mengaku apa yang dicapainya ini belum maksimal, karena masih banyak yang harus dia perbaiki. “Saya masih harus berusaha lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya. Kalah atau menang bukanlah yang penting, tetapi proses dan bagaimana kita menghadapi hasilnya lah yang penting. Pengalaman dan ilmu lah yang kita cari, bukan sekedar medali, tetapi mental dan tubuh yang sehat lah yang kita inginkan,” ungkap remaja putri kelahiran Bogor, 21 April 2007 itu.

Begitu juga dengan rahasia kesuksesan, pelajar kelas 8 Home Schooling Smart Bougenville menyebut, “tidak ada yang namanya rahasia dalam kesuksesan yang ada hanyalah seberapa kuat mental kita, untuk menghadapi kekalahan, seberapa bijak kita, menghadapi kemenangan,” imbuh Govin.

“Kita sebenarnya tidak sedang berkompetisi dengan orang yang ada di dalam lapangan, tetapi kita sedang berkompetisi dengan diri kita sendiri, belajar dan berusaha mengalahkan rasa malas, rasa takut, rasa sedih, rasa tegang,” ungkapnya pula.

“Dan kita menang bukan menang dari orang lain, tetapi kita menang dari diri kita kemarin, setiap hari berkembang dan mengalahkan diri kita dari yang sebelumnya, menurut saya itu adalah prinsip utama yang penting untuk menjadi sang juara,” lanjut pengidola bintang film kungfu, Bruce Lee dan Gao Guan Bo.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Gogi Nebulana dan Janice Nebulani memulai latihan sejak usia 7 tahun. Baginya, kungfu tradisional itu gerakannya unik, dan sangat efektif untuk beladiri. Dan, dia juga punya target menjadi juara dunia seperti ayahnya.