JAKARTA, Indotimes.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali berharap Program ‘Main Bola Yuk’ dengan Youth Fun Juggling Competition dijadikan ajang promosi pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021. Diharapkan dari event ini masyarakat dari kota- kota penyelenggara ajang akbar sepakbola tersebut, terbiasa untuk menyambut tamu dari luar kota dan mancanegara.

Hal tersebut disampaikan Zainudin Amali saat menutup kegiatan yang digelar sejak 28 November hingga12 Desember ini, di Ballroom Hotel Vasa, Surabaya, Sabtu (12/12).

Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan PSSI tersebut diikuti oleh para pesepakbola usia dini. Diselenggarakan di 36 kota di Tanah Air, termasukdi enam kota tuan rumah Piala Dunia U-20, yakni Jakarta, Bandung, Palembang, Solo, Surabaya dan Bali. Surabaya menjadi kota terakhir penyelenggara kegiatan ini, yang diikuti ratusan anak-anak sekolah sepak bola (SSB).

“Acara ini sekaligus untuk mengajak masyarakat yang ada di enam kota supaya bisa mempersiapkan diri untuk mempersiapkan menyambut satu perhelatan besar yang Insya Allah akan dilaksanakan pada Mei dan Juli 2021 mendatang,” kata Zainuddin, kepada wartawan seusai menutup kegiatan yang melibatkan 11 peserta ini.

Selain itu, ditengah keringnya event sepak bola nasional, Youth Fun Juggling Competition hadir memberikan angin segar. Maklum, situasi pandemi Covid-19 membuat banyak event olahraga terhenti. “Ini juga menjadi pengisi waktu buat anak-anak muda kita yang punya keinginan minat bakat di sepak bola. Tetapi dengan situasi pandemi sekarang ini belum bisa melakukan latihan di lapangan,” kata menteri berusia 58 tahun itu.

“Karena itu, kami kreasi supaya bisa mengisi waktunya mereka. Dan juga sekaligus menjadi implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan dipilihnya Kota Pahlawan sebagai penutup karena menyimpan potensi yang sangat besar. Meski tidak ada kompetisi, geliat sepak bola di Surabaya dan Jawa Timur terus berkembang. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Menpora, Zainudin Amali yang terus membantu dan bekerja sama dengan PSSI.

“Terima kasih kepada bapak Menpora yang sudah menutup rangkaian acara ini di Surabaya. Bagi saya, Jatim paling bagus dalam pembinaan sepakbolanya. Selain itu, acara ini mengingatkan kepada publik bahwa potensi sepakbola cukup besar,” ungkapnya.

Sayang, pada Youth Fun Juggling Competition di Surabaya ini belum ada yang memecahkan rekor juggling selama 37 menit, yang diciptakan sebelum pada gelaran Youth Fun Juggling Competition di Jakarta Selatan. Waktu terlama Youth Fun Juggling Competition di Surabaya dicatatkan M. Abel BT dari SSB Maesa dengan 4 menit 58 detik. Sementara di posisi berikutnya ada Andri Sehera dan Mahmusin Halim, masing-masing dengan raihan waktu 3 menit 3 detik dan 2 menit 18 detik.