JAKARTA, Indotimes.co.id– Pencak silat sebagai seni bela diri Indonesia sudah mendunia. Organisasi silat tumbuh di berbagai negara. Para pecinta olah raga pencak silat terus bertambah banyak. Terlepas dari fakta tersebut, bukti monumental adalah ditetapkannya pencak silat sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) oleh lembaga UNESCO di Bogota, Kolombia pada Desember 2019.

Pengakuan lembaga internasional tersebut memperkuat argumentasi untuk terus mewariskan pencak silat kepada generasi muda. Bukan semata sebagai seni bela diri asli Indonesia semata, juga menjadikan pencak silat bagian dari identitas kebangsaan. Sehingga pencak silat mampu menjadi sarana memperluas khasanah kekayaan bangsa Indonesia.

Dalam rangka New Normal setelah pandemic Covid 19, UKM Pencak Silat Universitas Mercu Buana tetap berkreativitas dalam mengembangkan Pencak silat di dunia Internasional. Berdasarkan dari pengalaman event di luar negeri (Malaysia dan Belanda) dan di dalam negeri (Universitas Brawijaya). UKM Pencak Silat Universitas Mercu Buana bekerjasama dengan Persilat IPSF menyelanggarakan perlombaan berbasis virtual berskala Internasional. Kegiatan bertajuk “World Festival Pencak Silat Seni Open Virtual” kegiatan ini menggunakan format berbasis video dimana setiap pesertanya diharuskan membuat video gerak seni silat baik tangan kosong ataupun menggunakan senjata berdurasi 3 menit lalu direkam ke dalam video dan dikirim via daring (Online).

Baca juga :  Pandemi Corona, Mahasiswa UMB Kreatif dan Inovatif Hasilkan 80 Aplikasi

Kejuaraan World Festival Pencak Silat Seni Open Virtual 2020 ini terbuka untuk 300 peserta Nasional dan Internasional, terdiri dari Kategori Dewasa, Remaja, Pra Remaja dan Usia Dini dengan tajuk seni tradisional. Kegiatan Pembukaan dan Pelaksanaan Kejuaraan Virtual, Live Youtube berlangusng pada 21 – 23 Desember 2020 sedangkan untuk Seminar, Penutupan dan pengumuman pemenang disetiap kategori pada tanggal 23 Desember 2020. Terkait untuk aparat dan pelaksana pertandingan, Penilaian akan dilakukan oleh Internasional Referee (IR) Indonesia yang direkomendasikan oleh PERSILAT – IPSF sedangkan Juri Festival yang bersertifikat dan Penilaian menggunakan Digital Scoring BGSquad.

Apresiasi penghargaan kepada juara per kategori akan diberikan berupa: Sertifikat yang ditandatangani oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Rektor Universitas Mercu Buana serta Uang Pembinaan kepada juara terbaik 1 Putra dan Putri per kategori dan Beasiswa masuk Universitas Mercu Buana diberikan kepada juara terbaik 1 putra dan putri kategori Remaja (SMA/ Sederajat).

Baca juga :  Bedah Buku Untuk Motivasi Dosen dan Mahasiswa Berkarya

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Ngadino Surip, MS mengatakan, kejuaraan pencak silat internasional yang diselenggarakan Universitas Mercu Buana secara virtual juga menjadi bagian dari melestarikan dan mewariskan pencak silat kepada generasi muda. Bahkan melalui kejuaran ini menjadi langkah mewariskan pencak silat kepada generasi-generasi muda lintas negara. Harapannya pencak silat mampu membawa misi kedamaian yang dapat mempersatukan bangsa-bangsa dimanapun, agar terwujud keharmonisan.

“Sebagai institusi pendidikan, Universitas Mercu Buana juga memiliki tanggung jawab untuk mewariskan nilai-nilai ke-Indonesia-an yang tersimpan dalam seni gerak pencak silat. Dengan demikian proses pendidikan menjadi lebih komprehensif, karena tidak hanya melakukan pendekatan ilmiah yang berlangsung di ruang perkuliahan, tetapi juga melakukan pendekatan kebudayaan dan seni olah raga,” tegas Prof. Ngadino Surip, MS.