JAKARTA, Indotimes.co.id – Mayjen TNI (Purn) Komarudin Simanjuntak terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) periode 2020-2024 dalam Musyawarah Nasional (Munas) Pertina yang berlangsung secara virtual di Lantai 12 Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Kamis (31/12) dini hari.

Munas yang dipimpin Adam Taka Simanjuntak (Sulawesi Selatan), Sam Haning (NTT), Ramli Ramlan (Kalimantan Barat) Rionando Butarbutar (Kepulauan Riau) dan Togi Tobing (Sumatera Barat) yang berlangsung sejaka Rabu (30/12) petang hingga pukul 02.00 Kamis (31/12) dini hari itu mengantarkan Komarudin Simanjuntak sebagai ketua umum dari induk organisasi olahraga tinju amatir di tanah air, yang baru.

Komarudin Simanjuntak yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengprov Pertina Kalimantan Selatan (Kalsel) meraih 18 suara sedangkan pertahana Irjen Pol Johny Asadoma mendapat 15 suara. Satu suara lagi yakni Pengprov Pertina Sumatera Selatan (Sumsel) tidak memilih alias abstain.

Munas virtual pertama Pertina kali ini dinyatakan kuorum. Seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina yang berjumlah 34 dapat hadir secara virtual. Selain itu, seluruh Pengprov yang hadir memiliki hak suara. Hak suara Pengprov Bali sempat diperdebatkan namun akhirnya disepakati Bali berhak memilih Ketua Umum.

“Saya salut dengan Pak Johny Asadoma yang cukup fair dan ikut menenangkan suasana cukup panas,” kata Adam Taka Simanjuntak yang juga Sekretaris Pengprov Pertina Sulsel.

Komarudin Simanjuntak, seusai terpilih sebagai Ketua Umum PP Pertina mengucapkan terima kasih atas dukunga kepada dirinya untuk memimpin PP Pertina empat tahun ke depan.

Menurutnya, tugas kedepan yang harus dilakukan selain menata kembali program pembinaan olahraga tinju di tanah air, juga ingin menata kembani organisasi, sehingga PP Pertina ke depan mampu bergerak lebih cepat dan dinamis.

Komarudin juga akan menata kembali program pembinaan olahraga tinju, khusus pembinan pada usia dini, sehingga kelak target pencapaian prestasinya menjadi jelas secara berjenjang. “Saya ingin mengembalikan kejayaan olahraga tinju Indonesia seperti pada era tahun 80-an, dimana kita memiliki para petinju terbaik dinegeri ini, yang memiliki prestasi yang membanggakan,” tegas Komaridin.

Selain itu pihaknya akan meningkatkan jumlah pertandingan baik di daerah-daerah maupun secara nasional, agar para pentinju kelak memiliki jama tanding yang tinggi, karena itu bagian dari program pembinaan yang dijalankan nantinya.

Begitupun dengan kehadiran pelatih asing yang menurut Komarudin masih diperlukan bagi peningkatan prestasi tinju nasional. Namun hal itu juga tidak melupakan peran para pelatih lokal, yang menurutnya memiliki kualitas yang baik pula.

“Untuk program pembinaan saya tidak main-main. Saya ingin Indonesia kelak memiliki banyak petinju berbakat , yang mampu mengukir prestasi terbaik di ajang internasional,” tandasnya.