JAKARTA, Indotimes.co,id – Sudah lebih satu tahun proses belajar mengajar diselenggarakan secara online, akibat wabah pandemi covid 19. Bahkan di semester ini masih terus dilanjutkan karena wabah ini masih belum berakhir. Namun demikian, meskipun diterapkan belajar mengajar secara online, semua pihak menginginkan agar mutu pembelajaran tetap terjamin.

Pembelajaran secara online juga menyebabkan meningkatnya keterpaparan peserta didik terhadap internet, padahal internet tidak selalu memiliki sisi baik. Oleh karena itu, perlu untuk memberikan bekal yang cukup kepada peserta didik, para pendidik, dan para orang tua untuk meningkatkan keamanan dalam berinternet.

Selama dua hari, tanggal 12 dan 13 Januari 2021, Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana menyelenggarakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dalam bentuk webinar dengan tema Internet Sehat, yang difokuskan untuk pengoptimalan pemanfaatan internet untuk pembelajaran berbasis online dan keamanan berinternet.

Tema pada hari pertama yaitu: “Effective and Efficient Online Learning For High School In Indonesia”. Sementara pada hari kedua, tema yang diangkat adalah : “Security Awareness for Online Learning in Pandemic Era of Covid 19”.

“Melalui tema ini, kami turut berkontribusi untuk mengawal mutu pendidikan di Indonesia walaupun dilakukan secara daring, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dalam berinternet,” demikian ditegaskan Dr. Eliyani, Ketua Panitia dalam kegiatan ini.

Baca juga :  7 Proposal Mahasiswa Lolos KBMI 2020, UMB Raih Peringkat 3 Nasional

Penyelenggaraan kegiatan ini mengundang pakar online learning dari International Islamic University Islamabad Pakistan, Prof. Nabi Bux Jumani dan Dr. Fouzia Ajmal. Dr. Fouzia Ajmal mengangkat tema : “An Introduction to Online Teaching”, dan Profesor Nabi Bux Jumani dengan tema “Educational Gadgets For Teachers Educators”.  Menurut Dr. Fouzia Ajmal :” Students, educators and parents agree – we need a different kind of learning experience to prepare students for the future”.

Eliyani menjelaskan, bagaimana pun di era teknologi informasi, dibutuhkan pendekatan baru dalam dunia pendidikan untuk mempersiapkan generasi yang bisa menangkap peluang dan kebutuhan di era abad 21.

“Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa/mahasiswa dengan dukungan teknologi informasi, tetap membutuhkan guru atau pendidik yang juga menguasai penggunaan teknologi informasi untuk pembelajaran,” katanya.

Para dosen dari UMB, Afiyati Reno, SSi, MT dan Sri Dianing Asri, ST, M.Kom menambahkan, penggunaan berbagai media sosial untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan bagaimana mengatasi kejenuhan selama pembelajaran online.

Pada hari kedua, materi berfokus pada aspek keamanan berinternet. Media sosial memang dapat mendukung kegiatan pembelajaran, namun beberapa rambu perlu diperhatikan. Beberapa materi yang disampaikan pada hari kedua, yaitu Awareness Social Media (Social Media Dilemma), DNS Filtering untuk Memblokir Konten Terlarang, dan Keamanan Self Assessment untuk Perangkat Pribadi, yang disampaikan oleh para dosen Fakultas Ilmu Komputer UMB, Rushendra S.Kom, MT, Febryo Ponco Sulistyo,SKom., MTI, dan Dwiki Jatikusumo, SKom.,MKom.

Baca juga :  UMB Dukung ASEAN Community Vision 2025 Bagi Peyandang Disabilitas

Peserta yang mendaftar untuk kegiatan selama dua hari ini mencapai lebih dari 150 peserta, dari berbagai kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Tangerang, Depok, Cirebon,  Malang, Sumatera Barat, dan Pontianak. Peserta merupakan para guru, siswa, maupun mahasiswa dan dosen dari sekitar 20 lembaga pendidikan formal, dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan universitas.

 

Webinar dengan tema Internet Sehat tersebut mendapat apresiasi dari para peserta kegiatan ini. Bahkan ada yang meminta untuk dilibatkan kembali pada kegiatan-kegiatan berikutnya. Seorang guru dari Pontianak menyampaikan, bagaimana membuat siswa tetap bahagia dalam sistem pembelajaran daring ini. Seorang mahasiswa menyampaikan bagaimana agar tetap terasah softskill dan hardskill dengan pembelajaran yang membuat mereka lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer.  Ketertarikan peserta juga tinggi pada materi keamanan berinternet, di mana ditekankan pentingnya pihak sekolah memperhatikan aspek keamanan berinternet ini bagi para siswa dan memberikan beberapa tips untuk meningkatkan keamanan tersebut.

Baca juga :  Kemudahan dan Beasiswa Melimpah di Education & Training Expo JCC

Beberapa tips berinternet secara sehat antara lain :

  1. Gunakan internet secara bijaksana.
  2. Jangan terlalu lama di depan komputer, untuk menghindari kejenuhan dan kelelahan, dan dampak fisik lainnya.
  3. Informasi umum saja di sosmed, hal-hal yang pribadi, seperti no HP jangan dishare di sosmed.
  4. Gunakan sosial media secara cerdas, selalu berpikir sebelum memposting, apa gunanya data atau informasi tersebut diposting.
  5. Jangan pernah percaya pada internet satu detik pun untuk menyimpan data yang penting.
  6. Pihak sekolah / orangtua dapat menerapkan DNS Filtering untuk memblokir konten terlarang.
  7. Pastikan anda terhubung ke SSID Wifi yang resmi atau kredibel.
  8. Gunakan selalu produk, seperti operating system atau OS yang asli / resmi dan selalu update patch.
  9. Keep your confidential data stay confidential.
  10. Gunakan password yang berbeda setiap akun social media, e-commerce, dll. Serta password yang kuat(disertai huruf Besar, Kecil, dan tanda baca).

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Inovasi Fakultas Ilmu Komputer UMB, Yaya Sudarya Triana., M.Kom., Ph.D. Beliau menekankan untuk memperluas kegiatan kerjasama untuk meningkatkan kualitas kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Mercu Buana, Dr. Inge Hutagalung, dalam sambutannya menekankan, agar kita semua selalu produktif walaupun pada masa pandemi covid 19.