JAKARTA, Indorimes.co.id – Mantan sprinter Indonesia, Mardi Lestari menyambut baik kehadiran Menko Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang menjadi calon tunggal Ketua Umum PB PASI periode 2021-2025 pada Kongres PASI yang digelar virtual, Senin, 25 Januari 2021.

“Terimakasih pak Luhut Binsar Pandjaitan yang telah bersedia memimpin PB PASI periode 2021-2025 mengantikan posisi almarhum pak Bob Hasan. Semoga prestasi atletik Indonesia bisa lebih baik dari sebelumnya di bawah kepemimpinannya,” kata Mardi Lestari yang dihubungi, Minggu (24/1).

Semifinalis Olimpiade Seoul, Korea Selatan 1988 ini berharap program yang telah dirintis Almarhum Bob Hasan bisa diteruskan. Seperti, mendatabgkan pelatih asing dan mengirimkan atlet pelatnas untuk menjalani try put dan trainning camp (TC) di luar negeri.  “Bukan saya tidak menghargai pelatih lokal. Namun, adik-adik yang di pelatnas itu butuh ditangani pelatih asing yang berkualitas seperti pada era saya saat menjadi atlet. Kemudian, mereka juga  harus menjalani try out dan TC di luar negeri sehingga bisa lebih terpacu meningkatkan prestasinya.,” ungkapnya.

Peraih 4 medali emas SEA Games 1989 hingga 1993 ini mengaku masih membina. Namun, Mardi yanf menetap di Binjai, Sumatera Utara ini tidak maksimal karena kondisinya yang sakit-sakitan. “Maklum usia kan sudah tidak muda lagi. Dan, kondiai tubuh pun tidak fit seperti saat menjadi atlet,” ujarnya.

Selain calon tunggal, Luhut Binsar Pandjaitan dipastikan terpilih secara aklamasi menjadi orang nomor satu atletik Indonesia karena mendapat dukungan penuh dari 34 Pengprov PASI.

Mardi Lestari yang bernama lengkap  Afdiharto Mardi Lestari kelahiran Binjai, Sumut,  1 Juli 1968. Dia merupakan pelari spesialis 100 Meter.

Pada masa jayanya, Mardi dikenal sebagai manusia tercepat se Asia karena pernah menembus semifinal (16 besar) Olimpiade Seoul 1988 dan bertanding dengan para atlet top dunia seperti Ben Johnson. Atlet bertinggi 166 cm dan berat 63 kg ini merupakan pemegang rekor nasional dengan catatan waktu 10,20 detik.

Rekor ini menumbangkan rekor sebelumnya 10,29 detik atas nama Purnomo Yudhi dan mampu bertahan 20 tahun sebelum dipecahkan oleh Suryo Agung Wibowo pada tahun 2009 dengan catatan 10,17 detik. Rekor pribadi Mardi Lestari untuk nomor Lari 200m adalah 21,47 detik.