Telkom Dukung Digitalisasi Hotel Indonesia Group
Deputi Executive Vice President Divisi Enterprise Service Telkom Suhartono (kedua dari kiri) dan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour Iswandi Said (kedua dari kanan) pada saat penandatanganan kerja sama solusi layanan Digital Hotel untuk PT di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

JAKARTA, Indotimes.co.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berkomitmen mendukung digitalisasi pariwisata Indonesia. Salah satunya dengan menyediakan solusi layanan Digital Hotel untuk PT Hotel Indonesia Natour.

Dukungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembentukan Hotel Indonesia Group (HIG) oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno beberapa waktu lalu.

Solusi layanan Digital Hotel tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama oleh Deputi Executive Vice President Divisi Enterprise Service Telkom Suhartono dan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour Iswandi Said di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Terkait dengan kerja sama tersebut, Plt Direktur Enterprise and Business Service Telkom Honesti Basyir mengatakan, sebagai BUMN telekomunikasi, Telkom berkomitmen penuh mendukung bisnis HIG melalui layanan berbasis TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services).

Layanan tersebut meliputi, High Speed Internet (wifi.id), TV Cable, Digital Marketing (SMS Blast dan SMS LBA), Digital Infrastructure serta Go Presence. Selain itu layanan baru yang disediakan Telkom adalah Indonesia Tourism eXchange (ITX), sebuah platform digital marketplace yang mengintegrasikan ekosistem pariwisata secara menyeluruh.

Baca juga :  Kemenkop UKM Tekankan Pentingnya Media Massa untuk Perbaiki Citra Koperasi

Honesti menjelaskan, Telkom terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan value bisnis dan daya saing customer. “Kami menyadari industri hospitality semakin berkembang seiring dengan tumbuhnya kebutuhan akomodasi di pusat pariwisata dan bisnis. Untuk itu ICT menjadi salah satu nilai tambah hotel di tengah pergeseran lifestyle ke arah hyperconnected society,” ujar Honesti.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah menyampaikan bahwa Hotel Indonesia Group dibentuk untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara sejalan dengan pencanangan pariwisata sebagai core business di Indonesia.

“HIG diharapkan dapat menjadi hotel chain terbesar di Indonesia kedepannya. Hotel milik BUMN lainnya akan menyusul bergabung dengan HIG,” ujar Edwin.

Edwin berharap HIG dapat tumbuh menjadi Jaringan Hotel Terkemuka yang dimiliki dan dikembangkan oleh sinergi antar BUMN dengan pelayanan dalam bidang perhotelan (hotel hospitality) sesuai dengan standar internasional serta berciri khas sentuhan kekayaan budaya nusantara.

Baca juga :  Kemenkop Turut Inisiasi Pembentukan Jamkrida Lampung

Langkah yang diambil Hotel Indonesia Group dalam memastikan ketersediaan layanan Digital Hotel ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengembangkan industri pariwisata sebagai salah satu industri yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

HIG merupakan sinergi antar Hotel BUMN di Indonesia yang diantaranya dimiliki oleh PT Hotel Indonesia Natour (HIN), PT Patrajasa (anak usaha PT Pertamina), PT Aerowisata (anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk), PT Pegadaian dan PT Taman Wisata Candi yang berlokasi di Borobudur.

Saat ini Hotel Indonesia Group sudah memiliki jaringan sebanyak 36 hotel (7 milik Aerowisata, 12 milik HIN, 7 milik Patra Jasa, 9 milik Pegadaian, dan 1 milik Taman Wisata Candi) yang tersebar di kota besar di seluruh Indonesia. (chr)